Friday, 8 November 2013

Suasana perayaan Hari Arwah di Timor-Leste

Sebagai penganut agama mayoritas, umat katolik di Timor-Leste selalu merayakan hari raya para arwah. Tentu sebelum perayaan hari raya arwah, terlebih dahulu dirayakan hari raya para santo dan santa yang jatuh  tiap tanggal 1 november. Ada alasan tersendiri mengapa penulis khusus membahas hari arwah, bukannya hari natal atau paskah?. Alasannya selain karena hari arwah sudah menjadi tradisi katolik yang dirayakan tiap tahun juga karena momen perayaan hari arwah di Timor-Leste bisa menarik para pengunjung untuk berkunjung ke Timor-Leste. Berikut ini adalah sepenggal cerita mengenai suasana perayaan hari arwah yang dirayakan oleh seluruh umat katolik di kota Dili dan sekitarnya.

Pulang kampung 

Menjelang bulan november, suasana kota Dili mulai agak sepi, karena  masyarakat baik pelajar, mahasiswa,  maupun pegawai negeri mulai meninggalkan kota Dili untuk berlibur dan berziarah ke pekuburan keluarga atau leluhur yang berada di kampung.Fenomena pulang kampung alias mudik cukup trend diberbagai negara termasuk juga di Timor-leste. Hal ini bisa dimaklumi karena sebagai ibu kota negara, kota Dili setidaknya telah memberikan harapan akan masa depan yang baik bagi para penghuni. Hal ini mendorong arus urbanisasi besar-besaran yang mana kalau tidak ditangani dengan baik akan menciptakan permasalahan tersendiri bagi pemerintahan.

Transportasi

Masalah transportasi menjadi salah satu isu penting yang sering dilontarkan oleh berbagai kalangan baik itu pelajar, masyarakat umum maupun para politisi. Hal yang sama juga dialami oleh para pemudik yang hendak pulang kampung.Tiap tahun terutama hari menjelang perayaan hari raya arwah banyak masyarakat yang kesulitan mendapat tempat duduk. selain karena dikejar waktu juga kurang tersedianya sarana transportasi yang memadai yang menyebabkan banyak penumpang terutama yang laki harus bergelantung di atap mobil demi mencapai tempat tujuan.

 Momen pertemuan keluarga

Perayaan hari raya besar tak terkecuali hari raya arwah menjadi salah satu momen untuk saling berkunjung antar keluarga. Di Timor-leste biasa waktu yang tepat untuk berkunjung antar sesama anggota keluarga adalah hari Natal, Paskah atau hari arwah. Khusus perayaan hari arwah yang jatuh tepat taggal 2 november, biasanya didahului dengan misa untuk orang kudus dan disaat yang bersamaan para anggota keluarga berkunjung ke kuburan sambil membersihkan atau mencat ulang kuburan tersebut sebelum hari raya para arwah tiba. Pada saat hari H atau hari raya arwah, menurut tradisi katolik tiap umat punya kewajiban untuk membawa bunga, lilin untuk ditaburin di pekuburan. Setelah kegiatan ziarah selesai biasanya acara dilanjutkan dengan kumpul bersama anggota keluarga sambil menikmati hidangan makan siang yang telah disiapkan sebelumnya. Momen perayaan hari arwah selain mendoakan arwah anggota keluarga yang telah meninggal dunia, juga menjadi momen terciptanya tali silaturahi antar sesama anggota keluarga yang masih hidup di dunia ini.





2 comments:

indobrad said...

ooo jadi hari arwah juga dimanfaatkan untuk pulang kampung? sepertinya cukup berat kalau mudik setahun tiga kali ya. di Indonesia, biasanya momen mudik bagi org Kristen cuma Natal, sedangkan yg Islam cuma Lebaran.

semoga selalu ada rezeki sehingga bisa pulang kampung tiap perayaan :)

Lov3 Timor L3st3 said...

karena TL mayoritas katolik jd semua hari raya besar keagamaan tetap dirayakan...kebanyakan masyarakat mencari sumber nafkah di kota Dili, jadi pas hari besar mereka manfaatkan utk plng kampung..