Sunday, 20 November 2016

Update new blog in Tetum version

dear friends,

i just remove my old blog in tetum language and create new one. Hope this new blog in tetum version can reach Timor Leste communities not only in Dili but also around the round. It will be helpful if you could give suggestion or comments to improve my skill in blog writer. Finally don't forget to visit 
or just click the link above.

Thanks

Monday, 14 November 2016

GUIMARÃES-PORTUGAL

Kota Guimarães terletak di bagian utara Portugal dan merupakan bagian dari District Braga. Kota Guimarães merupakan kota yang bersejarah bagi bangsa portugis karena di kota inilah sebagai bukti sejarah lahirnya bangsa portugis. Selain sebagai ibut kota pertama bangsa Portugis, Guimarães juga merupakan salah kota yang terdaftar di lembaga internasional UNESCO sebagai "World Heritage Site"sejak tahun 2001. Penulis berada di kota Guimarães dalam rangka mengikuti "Formacão Integrada UMinho-EGOV". Para peserta training terdiri dari negara-negara berbahasa portugis (CPLP) seperti, Angola, Mozambique, Sao Tome Principe, Cabo Verde, Guinea Bessau dan Timor Leste. Selain disibukkan dengan agenda kegiatan yang cukup padat mulai dari jam 9 sampai jam 18.30, tentunya penulis juga menyempatkan diri untuk melihat secara dekat keindahan kota Guimarães yang sangat bersejarah bagi bangsa Portugis. Secara umum kota Guimarães sangat tertata rapi, bersih, dan yang tidak kalah menarik adalah bangunan-bangunan tua yang masih terawat rapi menghiasi sudut-sudut kota. Beberapa bangunan tua yang terjaga sampai sekarang diantaranya:

1. Gedung Tua


Gedung tua yang terdapat di kota Guimarães
berdri sejak 1863



Conveto Santa Clara

deretan gedung tua yang tertata rapi
Pemerintahan di wilayah Guimarães cukup peduli akan budaya dan hasil karya para leluhurnya. Keaslian gedung tetap terjaga dan berdiri kokoh ditengah kemajuan dunia modern. Hal itu terlihat dari banyaknya toko-toko yang berada di bawah gedung tersebut yang menjual berbagai jenis barang produksi manusia modern seperti: restorant, cafe, dan lain-lain, 

2. Restorante dan Cafe

Keunikan wilayah Guimarães, selain dihiasi oleh gedung-gedung tua, juga terdapat banyak sekali restorante dan cafe-cafe yan tersebar disudut kota. Masyarakat Gumarães dan para pengunjung lain bisa menikmati berbagai jenis makanan khas portugal dan aroma kopi yang dijual di restorante dan cafe-cafe tersebut. Harga jual makanan cukup bervariasi; sopa plus roti sekitar 1 euro, kentang goreng+daging+salad+telur goreng sekitar 5 euro, sedangkan segelas kopi sekitar 1 euro.


Gedung tua plus toko modern.
Daftar Menu
3. Castelo Guimarães

Mengunjungi Gumarães tidaklah lengkap kalau tidak mengunjngi Castelo Guimarães. Castelo Gumarães dibangun atas perintah raja Mumamoda Dias di abad ke-10. Castelo ini dibangun untuk mempertahankan kerajaan dari serangan kaum muslim africa utara (moors) dan kaum eropa lainnya.
Untuk bisa melihat secara dekat castelo Guimarães, para pengunjung diwajibkan untuk membeli tiket seharga 5 Euro. Di dalam Catelo Guimarães selain terdapat kapel (gereja kecil), juga terdapat peninggalan kuno milik para raja yang tersimpan rapi di dalam gedung tersebut; seperti kamar tidur raja, ruangan pertemuan, lemari dan lain-lain.


Background-Castelo Guimarães

Barang Antik
Gednung Depan Castelo Gumarães
4. Aqui Naceu Portugal dan Gereja Tua

Aqui Naceu Portugal merupakan bangunan yang sangat menonjol di kota Guimarães. letaknya ditegah kota Guimaães dan dikelilingi toko, restorante, cafe dan taman bermain yang cukup luas untuk berfoto atau sekedar bercengkrama bersama sahabat. Aqui Naceu Portugal seakan ingin menyatakan kepada para pengunjung bahwa ditempat inilah lahir bangsa Portugis.
Depan Gedung Aque Naseu Portugal
Selain sebagai tempat lahir bangsa Portugis, kota Guimarães juga terdapat gereja-gereja katolik yang sersebar di kota tersebut. Gereja-gereja peninggalan jaman dulu masih terawat rapi dan bersih. Lokasi gereja sangat berdekatan dan bunyi lonceng gereja selalu mengema kalau ada acara keagamaan seperti misa dan hari besar gereja katolik.

Depan Igreja da Misericodia

5. Gereja Nossa senhora do Carmo de Penha

Gereja ini terletak di pucak gunung penha atau Penha Mountain. Untuk mencapai gereja tersebut ada dua pilihan yang bisa ditempuh: menggunakan mobil atau bisa naik kereta kabel. Supaya lebih menikmati perjalanan, alangkah baiknya menggunakan kereta kabel Guimarães atau Telefërico Guimarães. Biaya yang dikenakan sebesar 5 Euro. Jadwal pengoperasian kereta kabel bisa dilihat foto bawa:
Jadwal kereta kabel dalam bahasa ingris dan Portugis
Depana Gereja De Penha

kota Guimarães dari puncak gunung de Penha

Referensi dan pengalaman penulis selama berada kota Guimarães bukan sekedar menutut ilmu tapi berusaha untuk mengali lebih dalam bagaimana masyarakat dan pemimpinnya mengelola dan melestarikan peninggalan leluhur di jaman modern. Tentunya menjaga dan melestarikan budaya yang berumur ratusan tahun tidaklah mudah. Butuh kesadaran, tanggungjawab dan pengetahuan akan nilai dari sebuah sejarah peradaban itu sendiri. Masyarakat yang beradab adalah masyarakat yang menghargai hasil karya para leluhur, Timor Leste sebenar memliki banyak potensi yang bisa digali untuk menarik para wisatwan luar negeri. Banyak peninggalan jaman Portugis yang tersebar di kota Dili dan di Distrik, Selain peninggalan jaman Portugis ada juga peninggalan leluhur seperti rumah adat, tais etc yang bernilai dan mendatangkan devisa negara.Tinggal bagaimana para pemimpin intelektual dan  masyakarat Timor Leste itu sendiri menjaga dan melestarikannya.

Wednesday, 8 June 2016

Menikmati kebersamaan bersama anak-anak Escola Tecnico Informatica (ETI) dan Sao Miguel

Beberapa minggu yang lalu kantor kami menerima beberapa pelajar yang ingin melakukan kerja pratek. Hal yang membedakan kehadiran para siswa ini dengan yang lain adalah, durasi kerja praktek yang cukup lama yakni 3 bulan. Penulis sendiri awalnya agak kaget kenapa kerja praktek kok bisa sampai 3 bulan? Ternyata dari penuturan para siswa, aturan 3 bulan kerja praktek memang baru dikeluarkan oleh Kementerian pendidikan Timor-Leste bagi seluruh sekolah kejuruan baik swasta maupun negeri. Ditambahkan lagi, untuk seluruh sekolah kejuruan di Timor-Leste menggunakan sistem kredit, untuk sekolah umum sistem tersebut tidak berlaku. Sebagaimana biasanya, sebelum melakukan kegiatan kerja praktek, terlebih dahulu kami memperkenalkan diri dan memberikan arahan tentang tata cara atau aturan-aturan yang harus mereka taati selama melakukan kegiatan kerja praktek. Ada beberapa peraturan yang secara tidak tertulis kami berikan di antara:

1.      Jam masuk kantor

Aktivitas masuk kantor di tempat kami dimulai jam 8:30 waktu Timor-Leste. Jam 12.00 waktu makan siang, dan masuk kembali jam 14.00 artinya para pegawai di Timor-Leste diberi waktu 2 jam untuk istirahat, lalu kembali masuk kerja sampai jam 17.30. Durasi waktu kerja yang cukup lama, tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik para siswa, maka dari itu  sejak awal kami selalu menekankan para siswa agar tidak terlalu terikat dengan aturan kantor tetapi berusaha memberikan kebebasan agar mereka bisa memberikan yang terbaik bukan hanya bagi kami tapi bagi sekolah dimana mereka berasal.

2.      Pembagian kelompok

Pembagian kelompok terpaksa dilakukan karena jumlah siswa yang melakukan kerja praktek cukup banyak yakni 18 siswa. Kedelapan belas siswa tersebut terdiri dari 12 siswa dari Escola Tecnico Informatica (ETI) dan 6 siswa Escola Sao Miguel. Pembagian kelompok dimaksudkan agar lebih mudah mengarahkan dan memonitor tiap aktifitas yang dilakukan para siswa selama melakukan kegiatan kerja praktek lapangan. Kedelapan belas siswa tersebut disebar ke berbagai divisi antara lain bagian Human resource, administration and finance dan Informasi dan teknologi (IT). Untuk divisi kami kebagian 8 siswa. 6 siswa dari Escola Teknico Informatica (ETI) dan 2 dari Escola Sao Miguel. Kedelapan siswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok satu dan kelompok dua. Masing-masing kelompok  telah diberi tugas dan tanggungjawab yang harus dikerjakan selama seminggu lamanya, tentunya harus disertai dengan pembuatan laporan kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan pihak sekolah.

group photo

Group photo

3.      Jadwal kegiatan

Jadwal kegiatan disesuaikan dengan jadwal kerja kantor. Hari senin sampai jumat para siswa ini akan belajar dan  mempraktekkan tiap materi yang kami berikan. Beberapa materi pelatihan yang telah disiapkan di antaranya: pembuatan blog, networking, database dan Troubleshooting. Memang materi pelatihan yang kami berikan masih berhubungan dengan Informasi dan teknologi  (IT). Sebagai informasi tambahan, kantor kami  bertanjungjawab memberikan pelayanan internet ke seluruh kantor pemerintah Timor-Leste. Dengan demikian kehadiran para siswa ini sangat membantu kami dalam memberikan pelayanan internet ke semua instansi yang ada. Selama proses pelatihan dan adaptasi dengan lingkungan baru, sangat terlihat para siswa ini cukup antusias dalam menjalani hari-hari bersama kami. Disaat pelatihan mereka cukup fokus dan kadang terlihat serius, namum disaat santai mereka juga senang mendengarkan music dan searching google untuk materi pelajaran maupun hal menarik lain.  

4.      Momen kebersamaan


Meski terjadi perbedaan umur, dan dari latar belakang yang berbeda namun kondisi ini seakan tidak menjadi halangan untuk saling berbagi pengalaman diantara kami. Justru kehadiran para siswa ini menjadikan kami merasa muda lagi (he.he.he) untuk terus bersemangat dalam bekerja dan berkarier. Momen bersama para siswa ini bukan hanya sekedar berbagi pengalaman tapi juga memberikan arahan dan dorongan kepada mereka untuk terus belajar dan berkreasi dalam mengapai cita-cita.

Wednesday, 3 February 2016

REFLEKSAUN: ICT CAMP 2015 TIMOR-LESTE

Aktividade ICT CAMP 2015 nebe halao iha Distritu Liquisa husi dia 12 too 16 de janeiro 2016 hanesan aktividade importante ida nebe joven sira halo iha tinan foun 2016 nia laran. liu  husi Fundasaun Desenvolvimentu Sofware Livre (FDSL) kolabora hamutuk ho Secretario estado Joventude no Desporto (SEJD) hodi anima joven sira liu husi seminar, training no Tour. Tema principal ba ICT CAMP 2015 mak “Foin Sae Matenek no Kreativu ho Teknologia, informasaun no Komunikasaun”. Husi tema principal ida neé hakerek nain hakarak hakarak hatoo buat rua (2)  durante tuir eventu ida neé.

Premeiro: “Foin Sae Matenek no Kreativu ho Teknologia, informasaun no Komunikasaun”.

Lian fuan ida neé hanesan trigger ida hodi fo motivasaun ba joven sira, laos deit sira nebe partisipa iha envetu ida neé maibe mos ba joven sira iha Timor-Leste laran tomak atu nuneé, laos deit sai usuador (pemakai) maibe bele mos sai kriador (pencipta) no inovador iha seitor ICT nian. Hare husi partisipante sira nebe mai partisipa iha eventu ida neé maioria joven deit. Joven sira neé mai husi group oin-oin. Sira mai ho intensaun ida katak sira hakarak no esforsu an atu tuir no aprende materia hirak nebe organizadora prepara ona. Grupu sira hanaran an tuir ida-ida nia especialidade, balun  temi an grupu linux RedHat, Debian, Fedora, Mint, Android, no seluk tan.Tuir observasaun nebe hakerek nain halo durante serimonia abertura iha dia de 12 de janeiro 2016 hatudu katak, group sira neé iha duni espiritu kreatividade hodi anima joventudi sira liu-liu joventude liquisa oan sira atu aprende no pratika material sira neé. Hakarak ka la kohi foin sae sira persiza  esforsu an atu uza sira nia matenek no energia tomak atu aprende no pratika. Command line nebe iha versaun linux Hanesan ema hotu hatene katak sistema operasaun (OS) linux diferente ho sistema operasaun Windows nebe bain-bain ema uza. Command sira hanesan, ls, root, ps, var no seluk tan ita susar oituan atu hetan iha sistema operasaun windows. Problema ida neé mosu tamba sistema operasaun linux uluk sei basea ba Command Line Interface (CLI), maibe agora dadaun ho versaun Linux iha mudansa barak tamba sistema operasaun Linux agora basea ba Graphical User Interface (GUI). Husi nia display (tampilan) bele ajuda ema atu komprende diak sistema operasaun linux. Vantagem husi Sistema Operasaun Linux nomos Windows laos deit ajuda ema atu utiliza aplikasaun hirak nebe tau hamutuk iha sistema operasaun nia laran, maibe mos ajuda engineiro Informasaun no Teknologia (IT) sira atu halo konfigurasaun ba ekipamentus Rede hanesan Cisco Router, Switch no WiFi. Tan neé tempo loron tolu ka hat nia laran durante eventu ICT CAMP ida neé la dun suficiente atu bele komprende diak liu materia hirak neé. Maibe se la hahu agora, bain hira tan?

Segundo: Foin Sae no espiritu entrepreneurship.

Eventu ICT CAMP 2015, tuir hakerek nia hanoin laos deit forma foin sae sira atu aprende aplikasaun hanesan temi iha leten, maibe persiza mos atu hanoin atu bele prepara foin sae sira neé para kria servisu ba sira nia an rasik (entrepreneurship). Idea kreativu ida neé laos mosu derepente ou secara instant maibe persiza treinamentu. Treinamentu laos deit iha parte tekniku nebe forma foin sae sira atu sai ema matenek bele halo aplikasaun database, network engineers, web developer, graphic design, system engineers no seluk tan, maibe persiza mos forma foin sae sira atu bele faan (marketing) ba produtu sira nebe sira kria. Tan neé iha eventu sira nebe hakerek nain partisipa sai hanesan orador sempre fo motivasaun ba foin sae sira atu bele mosu idea diak ruma atu nuneé bele sae foin sae ida nebe “mandiri “ nomos bele kria servisu ba ema seluk. Profesi iha area Informasaun no Teknologia (IT) iha Timor-Leste sidauk hetan fatin diak iha Governu nomos iha kompania privadu sira. Los duni, iha tempo Governu AMP nian liu  Ministru Saude Senhor Sergio Lobo nian tempo iha ona hanoin ida atu fo sertifikasaun ba professional IT sira, atu nuneé professional IT sira neé bele hetan tratamentu ida nebe egual ho sira nian matenek,  maibe ikus mai idea ida neé la realiza, Ho situasaun dilematiku  ida neé laos sai rasaun atu foin sae sira lakon oportunidade atu bele kria buat diak ruma iha area ICT nian hodi desenvolve nasaun ida neé. Group sira nebe hamahon an iha area Linux: Debian, RedHat, Fedora no seluk tan laos deit para iha eventu ICT CAMP 2015 ida neé. Maibe depois de eventu ida remata group sira nee bele halibur malu nafatin hodi troka idea no fahe matenek ba malu (share knowledge) atu nuneé iha futuru bele kria servisu tuir abilidade nebe sira iha nomos bele ajuda desenvolvimentu nasional. Foin sae sira nebe sai gerasaun foun futuru nasaun nian persiza aproveita tempo estuda no pratika iha treinamentu no iha fatin seluk. Iha lian Bahasa Indonesia dehan hanesan neé: Memulai itu setengah berhasil, ita fiar katak liu husi eventu ICT CAMP 2015 bele sai referensia diak ba foin sae sira atu bele explora sira nia an hodi bele kompete iha mundu modernu.

Thursday, 21 January 2016

Seruhnya Kegiatan ICT CAMP 2015 TIMOR-LESTE

ICT CAMP 2015 ini adalah salah ajang tahunan yang di adakan oleh Organisasi Pengembangan Open Source atau dalam bahasa Tetum disebut Fundasaun Desenvolvimentu Sofre Livre (FDSL) dan berkolaborasi dengan sekretaris negara urusan pemuda dan olahraga Timor-Leste. Awalnya kegiatan ini akan dilakukan di Distrik Oecusse, namun terpaksa dibatalkan karena ada kendala transportasi kapal laut yang selama ini jadi andalan masyarakat Oecusse masih dalam proses perbaikan di Surabaya -Indonesia. Hal ini menyebabkan tim penyelenggara memindahkan lokasi kegiatan ke distrik Liquisa yang jaraknya cukup ditempuh dengan kendaraan roda empat dalam waktu 45 menit dari kota Dili. Kegiatan ICT CAMP ini berlangsung selama 4 hari mulai dari tanggal 12 sampai tanggal 16 januari 2016. Peserta yang hadir juga cukup banyak terlebih dari kaum muda yang punya hobi programming database, Networking dan Web  Desain. Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah selain diisi dengan kegiatan seminar dan training juga ada kegiatan tour yang telah disiapkan oleh tim penyelenggara untuk menarik sebanyak mungkin peserta agar bisa berpartisipasi di ajang ini. Selain itu  dukungan dari pemerintah pusat terutama dari sekretaris negara urusan pemuda dan olahraga dan  Distrik Liquisa menjadikan ajang lebih bermakna bagi kaum muda Timor-Leste. Tema yang diusung dalam Kegiatan ICT CAMP 2015 ini adalah: "Foin Sae Matenek no Kreativu liu husi informasaun no Teknologia"( Kaum muda yang pintar dan kreatif melalui IT). Ada berbagai kegiatan telah disiapkan oleh panitia terutama training mengenai pemanfaat sistem operasi linux untuk edit foto, pengenalan Voice Over Internet Protocol (VoIP) dan pengenalan Jaringan. Suasana acara seperti terlihat di foto ini:

suasana acara kegiatan ICT CAMP 2015
Trainer lagi sibuk memberi pelatihan

Banner ICT CAMP

walau kegiatan ini cukup singkat namun cukup memberi arti bagi kaum muda Timor-Leste untuk lebih banyak belajar dan berkolaborasi sesama pengiat ICT. Menjadi ahli di bidang IT tentunya harus banyak belajar, bereksplorasi dan butuh kreativitas untuk bisa menghasil sesuatu yang bermanfaat bagi kemajuan negara Timor-Leste. Finally i just wanted to say congratulations for organizers and thanks also for allowed me to be one of the speaker in this event.

Friday, 2 October 2015

Woow.. Great Wall

Sebulan yang lalu, tepatnya dari 23 Agustus sampai tanggal 22 september 2015, penulis diberi kesempatan oleh kantor untuk mengikuti seminar dengan topik "2015 SEMINAR ON TELECOMMMUNICATION NETWORKS SECURITY FOR DEVELOPING COUNTRIES”-
di Wuhan, Hubei Province-China. Sesuai dengan jadwal yang diterima para peserta, agenda kegiatan selama seminar dibagi menjadi 3: Lecture, Technical investigation dan Cultural investigation. Nah..dalam kesempatan ini penulis tidak akan membahas tiap agenda di atas karena hanya buang waktu dan tentunya tidaklah relevant bagi pembaca yang tidak mempunyai background IT atau telekomunikasi (ha.ha..). Mungkin di antara pembaca yang sempat mampir di blog ini akan bertanya kenapa judulnya kok "woow..Great Wall? jawabannya: kaget, gembira campur aduk ha.ha...
Mengunjungi negeri china adalah mimpi penulis sejak lama, apalagi dengan perkembangan ekonomi dan budaya kerja keras orang china membuat penulis semakin penasaran untuk berkunjung dan melihat secara dekat kehidupan di negeri china dan tentunya tempat wisatanya juga. Woow..Great Wall!! Great wall menjadi salah satu moment terpenting dalam kehidupan penulis. selain mejadi cagar budaya yang dilindungi oleh UNESCO, Great wall juga menjadi tempat favorit yang harus dikunjugi, baik oleh para pemimpin negara maupun para pengunjung biasa (termasuk penulis .ha.ha.).
Selama melakukan kunjungan ke Great wall, ada beberapa hal yang penulis perhatikan sebelum menginjakkan kaki di tangga-tangga tembok raksasa yang membentang diperbukitan china. hal-hal yang penulis maksudkan diantaranya:
  1. Pedagang kaki lima
Di china sering kita temui para pedagang kaki lima terutama di ditempat wisata, tak terkecuali di tembok raksasa china atau Great Wall. Di pintu gerbang area wisata para pedagang ini akan mendekati para mengunjung untuk menawarkan barang dagagangnya seperti topi dan pernak-pernik lainnya. Para pengunjung jangan dulu buru-buru untuk membelinya karena para pedagang kaki lima biasanya menawarkan dagagangnya dengan harga tinggi kalau kita tidak pintar nawar harga alias bargain maka  akan kehilangan uang yang seharusnya bisa digunakan untuk yang lain.

                                                            2. Tulisan Dinding


Tulisan dinding ini menunjukkan tempat salah satu bagian dari Great Wall yang disebut dengan JUYONGGUAN. Great wall-Juyongguan ini pertama kali di bangun oleh Dinasti ming antara tahun 1368-1644 dan terletak di District ChangPing. Informasi lengkap bisa dibaca di:


                                                              3. Some Messages


                                                              4. Climb the Stairs
Me and Friends
Tentunya untuk bisa mencapai puncak tembok besar china tidaklah mudah, butuh perjuangan dan semangat. Banyak peserta maupun para pengunjung yang awalnya begitu semangat untuk menaiki tangga demi tangga akhir gagal dan harus kembali. Sama halnya penulis, awalnya penasaran ingin mencoba hingga sampai puncak akhirnya harus tertahan di pemberhentian pertama karena tak mampu lagi untuk melanjutkan perjalanan ke tahap berikutnya. Kehebatan "Great Wall" bukan hanya sekedar mengali kembali pengalaman para leluhur bangsa china dalam mempertahankan wilayah dari serangan musuh. tapi lebih dari itu, great wall sebagai simbol kehebatan dan kemajuan peradaban bangsa china yang tetap dipelihara dengan baik oleh generasi penerus bangsa china.

Saturday, 22 August 2015

3rd Years Anniversary TELEMOR just launched new Service Called "Telemor Wifi internet Connection"

August 22, 2015 is important day for  TELEMOR Company in Timor-Leste. Because on that day TELEMOR got License from the Government  to be one of the competitor for Telecommunication operator in this country. As shown on slide presentation indicated that after years operation in this country, TELEMOR Company have reached more than 550.000 customers in this year. This is means  a half of total population in this country already use TELEMOR services. Currently TELEMOR utilize four (4) satellite for international gateway which pointed to Singapore, Vietnam and Australia. TELEMOR also provided many sales point in every corner in Dili and Districts.  As one of the biggest Telecommunication in Timor-Leste, Telemor not only provide better services for their customer but also empowering local staff via transfer knowledge and skill in various areas in telecommunication sector. For this year Report Telemor already recruited more than 350 employee and this number can  increase more by the next year and  coverage area almost 97,5%. For celebration this anniversary TELEMOR just launched new service called "TELEMOR WIFI Internet connection". This Wifi services will available around public area such as: Largo lecidere, Timor Plaza, universities campus, Cristo Rei, Hotels and others important location in Dili. The way to access this Wifi services simple go to web browser and  put user name and password and let's enjoy and experiencing this new service from Telemor. HAPPY ANNIVERSARY DAY FOR TELEMOR..

Friday, 29 May 2015

SAIDA MAK ITA BELE APRENDE HUSI DESENVOLVIMENTU EKONOMI KOREA DO SUL?

Historia nasaun korea do sul kuaze hanesan ho timor-leste. iha Tinan 1910 nasaun japaun ukun korea. iha tinan 1945 korea sai hanesan nasaun indenpendesia. iha tinan 1945 nasaun korea fahe ba 2 south no north. norte korea uja sistema komunista no south korea uja sistema demokrasia. iha tinan 1945-1948 korea iha governasaun militar amerika. no iha tinan 1948 sai hanesan tempo halo stabilisamento nasaun korea. Funu korea husi tinan 1950 too 1953 neé halo Korea do sul sai hanesan nasaun fraku liu iha mundu. la iha rekursu naturais, limitadu rekursu humanu no povu  moris iha susar nia laran. Nasaun korea do sul sai hanesan nasaun nebe depende deit ajuda (foreign aid) husi nasaun seluk hanesan amerika, japan,  no seluk tan. Eperiensa ida neé hanesan los esperiensa nasaun timor-leste wainhira foin ukun an.
 basea dadus nebe iha iha tinan 1950 ba leten ema korea nia income $63, iha tinan 1970 ema Korea do sul nia income saé ba $ 1.000 no iha tinan 2000 saé ba $ 20.000. dadus neé hatudu katak  depois de funu korea, desenvolvimentu ekonomia nasaun korea do sul aumenta iha tempo badak kompara ho nasaun nebe ukun an kleur ona ou ita bele dehan owwww..tamba sa mak bele hanesan neé?fenomena ida neé hanesan milagre boot ida. husi nasaun susar sai nasaun ida nebe desenvolve iha mundu. Segredu ne'iha nebe? segredu neé sira bolu "secret of Han River? iha segredu 3 husi milagre han river ou bolu GAP.
G= Government National Development Plan
A= Assistance from International Community
P= People's will to make a better Country

Government National Development Plan (Planu Desenvovilmentu Nasional)
Liu husi Governasaun presidente Park Chung-hee nasaun korea sai nasaun nebe desenvolvidu, liu husi planu strategia desenvolvimentu nasional iha tinan 5 laran. planu versaun presidente park chung-hee mak hanesan tuir mai.
1962-1966: desenvolvi ekonomia liu husi industrializasaun
2. 1967-1971: moderniza industria sira neé atu truka importasaun
3. 1972-1976: fokus liu ba industria nebe orienta ba eksportasaun liu husi promosaun industri metal no kimika.
4. 1977-1981: fokus liu ba promosaun desenvolve industria nebe bele halo kompitisaun iha eksportasaun merkadu internasional.
Lideransa presidente Park Chung-Hee liu husi sistema ditadora nebe nia uja, halo ema barak mak la satisfas maibe realidade hatudu katak sistema ditadura ba nia goversaun halo nasaun korea sai nasaun nebe desenvolve lalais iha ekonomia kompara ho nasaun seluk. Nia iha prinsipiu ida dehan hanesan neé: "iha ema nia vida moris, ekonomia sempre halai lalais liu do que politiku ou kultura". Tanba tuir nia hanoin saida mak nasaun nebe kiak liu iha desenvolvimentu ekonomia persisa mak laos multi partidu nebe sistema demokrasia uja, maibe ditadora ida nebe diak hodi dudu reformasaun nebe persiza atu bele halo moris ekonomia. Alende halao programa desenvolvimentu ekonomia liu industrializasaun, Governu korea mos hari institusan peskiza nebe sira bolu Government Research Institute (GRIs) hodi kaer funsaun hanesan: institusaun ida nebe halao aktividade peskiza no fo advokasia (Think-Thank) ba governu hodi foti desizaun politika nebe importante ba desenvolvimentu ekonomia nasaun nia. Mesmo nunée wainhira sira hari'i institusaun peskiza hirak neé iha mos obstaklu barak hanesan:
1. falta rekursu humanu
2. la iha eksperiensa hodi maneja area desenvolvimentu peskiza (Researh & Development)
3. Responsabilidade no autonomia husi institusaun peskiza nebe guvernu harií neé se fraku
4. kapasidade teknologia nebe minimu husi setor privadu sira
5. la iha fundu nebe seguru ba aktividade peskiza no Desenvovimentu (R & D)
6. Falta infrastrutura
maibe obstaklu hirak neé sira kosege resolve. Numeru institusaun nebe halo peskiza aumenta ba beik-beik e too agora kuaze liu 32 nebe halao peskiza iha area nebe importante ba desevolvimentu ekonomia nasaun korea do sul. 

Assistance from International Community (asistensia husi komunidade internasional)
Iha tempo susar nia laran nasaun korea do sul hetan ajudus barak husi nasaun seluk hanesan: Amerika, Japaun no seluk tan. Ajudus sira neé sira uja didiak hodi harií escola, universidade, pabrika no projetu seluk nebe fo vantagem ba desenvolvimentu ekonomia  iha tempo neba. Esemplu ida nebe governu korea do sul hatudu mai ita mak"Pabrika POSCO". Pabrika POSCO sai hanesan pabrika ida nebe konhecidu iha korea do sul no mundu. Osan hodi hari pubrika ida neé mai husi osan kompensasaun husi nasaun Japaun durante tinan 450 ukun rai korea. Pabrika POSCO ou iha lian englesh "POSCO STEEL Company" hanesan pabrika ida nebe mak produs besi. Material ba produs besi neé maioria importa husi nasaun seluk hanesan Australia, no nasaun seluk tan. Besi sira nebe mak produs husi kompania neé balu haruka ba kompania nebe halo kareta hanesan hyundai, KIA no ba nesisidade seluk.

People's will make a better Country (Povu mak se halo nasaun sai diak)
Edukasaun sai pilar importante ba desenvolvimento ekonomia korea do sul. Escola, oniversidade publiku no privadu barak mak harii iha tempo neba. Alende de neé, presidente park chung hee iha tinan 1970  hamosu idea ida naran "Saemaul Undong"ou iha lian inglesh dehan New Vellage movement. Movimentu Saemaul Undong halai liu ba hadia  komunidade nia moris tomak laos individu deit. Hadia komunidade nia moris signifika katak ema bele goza nia moris (lifestyle) husi parte rua"Fisico ho prosperidade espiritual. Atu atinji husi mehi ida née, movimentu Saemaul Undong iha planu ida nebe fahe etape 5(lima);
1. Etape 1 (1970-3): Governu central hahu programa fo material halo uma ba suku iha area rural sira ho gratuito. Populasaun sira bele uja sasan sira ne'e tuir sira nian hakarak. Targetu prinsipais husi programa ida mak atu hadia povu nia moris, ezemplu: Moderniza toilet no fasilidade dapur, no habelar ligasaun estrada area rural nian. Alende neé mos atu aumenta rendamentu (income) familia liu husi hadia tekniku agrikultur no muda atitudu povu liu husi promosaun ho slogan : Badinas (diligence), poupa (frugality) no servisu hamutuk (cooperation).
2. Etape 2 (1974-6): Movimentu Saemaul Undong habelar nia aktividade ba kompania no fabrika sira atu aumenta  trabalhador sira nia produkvitidade liu husi hasae salario ba trabalhador sira, no identifika oportunidade ekonomia seluk alende husi agricultor. Fo mos proridade hodi kuntinua nafatin eduka nia populasan sira hodi bele muda atitudi liu husi edukasaun, no hadia kondisaun moris hanesan halo instalasaun be mos ba komunidade sira.
3. Etape 3 (1977-9) iha etape ida ne movimentu neé hare katak sira halo mudansa barak ba vida moris komunidade nia. Ligasaun estrada entre area rurais no area urbanu komesa mosu hodi povu bele utiliza hodi halo negosiu no aumenta rendementu familia uma laran.
4. Etape 4 (1980-9): movimentu Saemaul Undong eksiste nafatin mesmo iha tinan 1979 presidente Park ema oho no  kria instabilidade politika no sosial. Tan neé Governu foun Korea do sul iha tempo neba intrega movimentu neé ba seitor privadu para kontinua nafatin hodi implementa projetu balu nebe planea tiha ona hanesan harii jardim no buat seluk tan.
5. Etape 5 (1990-8): Iha tinan 1997 nasaun korea do sul hetan krize ekonomia no kria problema sosial iha rai laran. periode entre 1990-1998 sai hanesan periode ida nebe deficil tebes ba korea oan sira, maibe liu husi movimentu saemaul undong konsege kosege sai husi problema ne liu husi edukasaun formal no informal nomos hadia prosesu negoisu direta entre area rurais no area urbanu hodi nune iha tinan 1996 nasaun korea do sul nia GNP (gross National Product) sai ba $10.000  kompara ho GNP tinan 1989 $5.000.
 Esperiensa nasaun Timor-leste kuaze atu hanesan ho nasaun korea do sul. Governu RDTL iha mos planu strategia desenvolvimentu nasional, hetan mos donasaun osan husi nasaun  seluk e ita mos  haruka ona dosente, estudante no mos trabalhador sira para hetan edukasaun, no esperiensa foun iha nasaun seluk hodi bele mai implementa iha timor. Matenek nain ho gelar, magistradu no PhD barak ona, sidauk tan ho graduadu sira nebe kada tinan aumenta ba beik-beik. Maibe realidade hatudu katak  ita bok an neneik liu.  Ita persiza aprende barak husi desenvolvimentu ekonomia korea du sul. ita persiza investe maka's liu-liu husi parte governu nia atu bele estabelese institusaun ida nebe forte iha area Desenvolvimentu no peskiza (R&D) ou Government Research Institute (GRI) hodi bele halibur fila fali matenek nain timor oan sira nebe iha kapasidade hodi bele halo peskiza iha area sira nebe importante ba desenvolvimentu ekonomi nasaun timor-leste. Resultadu husi peskiza hirak neé laos deit fo vantagem ba autor hodi bele hetan hak paten ( patent right) ou universidade nebe nia halo peskiza maibe bele mos  sai hanesan patner (Think-Thank) ba governu atu nune desenvovimentu nasaun bele kompete iha mundu internasional. Hanesan persidente Park Chung Hee dehan wainhira inagura kompania POSCO STEEL Company katak "Resource are Limited, But creativity is unlimited", rekursu limitadu maibe kreatividade la iha limitasaun.   Kreatividade so bele mosu banhira ema iha situasaun apertadu nia laran. Susar aihan, susar be mos, susar osan, no problema seluk tan obriga ema hodi uja nia matenek hodi buka solusaun.  Maibe laos ida neé deit, edukasaun mos hola parte importante hodi bele hamosu kreatividade, tamba ho matenek nia bele kobre buat ruma liu husi peskiza, inventa ou mudifika buat nebe iha ona hodi sai buat ida nebe iha valor ekonomia. alende  neé persiza mos visaun nebe klaru husi lideransa governasaun iha nasaun ida neé. visaun sai hanesan mata dalan ba desenvolvimentu ekonomia nasaun. Lideransa nebe iha visaun no komitmentu sei lori nasaun ne ba ohin.



Paulo da Costa
Alumni KOICA Fellowship Program 2015

Reference:
1. Modul treinamentu Technology and Policy (TAP) for Asian Countries
2. (http://inesad.edu.bo/developmentroast/2013/03/saemaul-undong-south-koreas-mark-on-
international-development/)

3. (http://www.academia.edu/5057806/PARK_CHUNG-E_AND_THE_ECONOMY_OF_SOUTH_KOREA) 

Saturday, 18 April 2015

KOICA: Technology and Policy for Asian Countries 2015

On march 25, 4  participants from Timor-Leste came to Korea to attended "Technology and Policy for Asian Countries 2015 which sponsored by KOICA. Total number of participants is 16 person consist of 4 countries: Timor-Leste, Philippine, Bangladesh and Pakistan. This training has been held since 2013 and our groups is the last participants who participate this program for this year. Almost three weeks started from march 26-April 15, we have learned very valuable topic such as: Technology and policy, technology and commercialization, Establishment of Korea Techno Park, Research and Development, Government Research  Institute and also technology standardization. This training course proved to be a more comprehensive experience than I expected. Most of the lecturer came from Government Research Institute such as: STEPI, KAIST, Techno Park and other relevant institute that really focus on Research and Development for Government and also private company in Korea. Among this program we also visited several R&D institute, techno Park, and field visit to POSCO, and Gyeonggi Technopark).  Most of the training session held in Sejong National Research Complex. The building was so huge, many researchers are working in this complex including STEPI. Nice view and cool weather becomes most challenges for all participants. Warm welcome from Korean people  Through KOICA and STEPI really makes us like family. We have learned a lot from Korean people and Korean Government how they develop the country from nothing. Korean people have shown to us that to  develop the country is not only depend on natural resources but work hard and creativity is the key for better future of the country. As stated clearly in the main gate of POSCO Steel Company "Resources are limited, but creativity is unlimited. Timor-leste people and Government should learn from Korean Experiences. Even We have natural resources someday this "Blessing of God"will empty. We need to invest more resources in capacity building and Research and Development (R&D) for the future of the nation.

Thursday, 16 April 2015

pengalaman ke Korea

Hampir 3 minggu mengikuti training di Korea, ada begitu banyak kesan yang penulis alami diantaranya berkenalan dengan teman baru dari negara lain misalnya: Pakistan, Philippina, dan Bangladesh. Selain berkenalan dengan teman dari negara lain, penulis juga bersempatan melihat secara dekat bagaimana kemajuan negara korea dari perspektif kemajuan teknologi.  Sebagaimana dengan pengalaman negara lain. Negeri Korea ini sebenarnya punya pengalaman yang hampir sama dengan negara lain di awal terlebih di awal berakhirnya perang korea tahun 1953. Masyarakat korea hidup dalam kemiskinan, tidak tersedianya sumber daya alam, dan kekurangan sumber daya manusia. Namun dibawah kepimpinan diktator presiden Park Chung Hee, negara korea mampu bangkit dan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Dijaman kepimpinan presiden Park, tidak ada istilah multipartai, karena baginya untuk membangun negara, yang sangat dibutuhkan adalah seorang diktator yang baik yang mampu mendorong reformasi yang diperlukan untuk kemajuan ekonomi. Memang harus diakui bahwa ada banyak kalangan di masyarakat korea yang tidak setuju dengan sistem pemerintahan diktator ala presiden Park Chung Hee. Namun realitas menunjukkan bahwa seorang diktator tidak selamanya buruk, hal ini telah dibuktikan presiden Park Chung hee diawal memimpin pemerintahan negeri ginseng ini, dari negeri yang porak poranda akibat perang saudara kini menjadi negara maju dengan produk teknologi yang sudah mendunia seperti Samsung, LG, Daewoo dan lain-lain. Masyarakat korea mampu membuktikan kepada negara lain bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya tergantung dari kekayaan alam, tapi dari kekayaan sumber daya manusia yang mereka miliki. Mereka tidak malu untuk belajar dari negara lain yang sudah maju lewat  mengirim tenaga kerja ke luar negeri atau mengirim para belajar untuk mendapatkan pendidikan diluar negeri agar kelak bisa kembali dan membangun negeri.