Tuesday, 21 May 2013

Perayaan Restorasi Kemerdekaan yang ke-11..

Tanggal 20 Mei 2013 Timor-Leste merayakan hari raya Restorasi kemerdekaan yang ke-11. Dibanding perayaan sebelumnya, perayaan restorasi kemerdekaan kali ini cukup sederhana. Hanya diisi upacara bendera, olahraga, pentas seni dan pawai keliling kota.

Upacara Bendera
Upacara perayaan restorasi kemerdekaan kali ini dipimpin langsung oleh Presiden Taur Matan Ruak sebagai kepala negara pemerintahan Timor-Leste dan dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari negara sahabat. Beda dengan perayaan-perayaan sebelum yang selalu dilaksanakan di palacio Governu, kali ini perayaan restorasi kemerdekaan dilaksanakan dikantor Istana Presiden yang terletak di jalan aitarak laran Dili dan disiarkan secara Live oleh TVTL (Televisaun de Timor-Leste)..

Olah raga dan pentas Seni

Perayaan Restorasi kemerdekaan kali ini selain diisi upacara bendera, ada juga kegiatan lain yang tidak kala seru yakni kegiatan olahraga lari marathon dan pentas seni yang dilaksanakan di Largo Lecidere Dili. Selain kegiatan yang penulis sebutkan diatas mungkin saja ada kegiatan lain yang penulis lupa untuk disebutkan di blog ini. Hal ini didisebabkan karena penulis sendiri terkendala hal lain yang lebih menyita waktu sehingga gambaran keseluruhan perayaan Restorasi kemerdekaan tidak disebutkan secara detail di blog ini. Namun   secara kasat mata  perayaan tersebut  tetap terlihat meriah, hal ini terlihat dari begitu banyak masyarakat yang berbondong-bondong mengunjungi tempat wisata untuk sekedar menghabiskan hari libur bersama keluarga atau menyaksikan keramaian pawai motor yang berkeliling kota Dili.

Refleksi

Terlepas dari kegiatan-kegiatan seperti yang disebutkan di atas. sudah saatnya bagi seluruh komponen masyarakat  yang berdomisili di bumi Lorosae untuk bersama-sama merefleksikan apa yang telah diperjuangkan para leluhur masyarakat Timor-Leste dalam memperjuangkan kemerdekaan ini. Meskipun kemerdekaan ini telah berusia 11 tahun namun ada begitu banyak permasalahan yang butuh perhatian serius dari para petinggi negara. Masalah-masalah tersebut masih sering mengusik ketenangan para pemimpin untuk segera diselesaikan. Salah satu diantaranya adalah tingginya angka pengangguran dikalangan kaum muda Timor-Leste. Segala upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasinya diantaranya adalah pelatihan ketenagakerjaan yan disponsori oleh SEFOPE atau Secretariu Estadu Formasaun Profesional Empregu untuk menyiapkan tenaga profesional yang selanjutnya akan dipekerjakan diperusahaan korea atau australia. Menyiapkan tenaga yang profesional seperti yang dilakukan oleh SEFOPE adalah satu salah hal yang paling mendesak dalam menyelesaikan permasalahan pengangguran di Timor-Leste. namun realitas hidup sehari-hari menunjukkan angka pengangguran masih tergolong tinggi karena tidak didukung oleh hadirnya perusahaan investor yang bisa menyerap sektor ketenagakerjaan di Timor-Leste. Tentunya masalah pengangguran hanyalah salah satu dari sekian banyak masalah yang sering menghantui jalannya roda pemerintahan Timor-Leste yang hari ini telah berumur 11 tahun setelah melepaskan diri dari negara Indonesia melalui referendum tahun 1999. Masih banyak permasalahan yang harus segera dicari titik penyelesaian terutama yang  menyangkut hajat hidup orang banyak.
Semoga dengan bertambahnya umur, semakin dewasa dalam melangkah dan sekali lagi Happy Restoration Day to RDTL.......

Tuesday, 30 April 2013

Kecil tapi menarik!!!!

Timor-Leste negara kecil dengan hanya berpenduduk sekitar 1 juta jiwa lebih namun banyak orang yang terpikat padanya (Ge..eR..he..he..). Salah satu sektor yang paling ramai dibicarakan akhir-akhir ini adalah sektor telekomunikasi. Setelah sekian lama masyarakat Timor-Leste menahan nafas akibat mahalnya biaya telepon, sms dan internetan yang disediakan perusahaan Timor Telecom (TT), kini saatnya untuk bisa bernafas lega karena hadirnya dua perusahaan besar Telkomcel dari Indonesia dan Viettel dari Vietnam untuk bisa berkompetisi dengan perusahaan TT dalam menyediakan layanan telekomunikasi yang murah bagi masyarakat Timor-Leste. 

Perang Iklan

Ketiga perusahaan ini, baik TT, Telkomcel maupun Viettel kini beramai-ramai melakukan berbagai macam strategi untuk bisa menarik hati masyarakat untuk bisa membeli layanan yang ditawarkan ketiga perusahaan tersebut. Salah satu diantaranya adalah melalui iklan. Beberapa papan iklan yang bermunculan di kota Dili terutama milik perusahaan Viettel dan Telkomcel sangat menarik untuk disimak selain berlatarbelakang corak warna yang berbeda sesuai ciri khas perusahaan. Namun ada satu yang tak kalah menarik adalah bahasa yang digunakanpun beraneka ragam ada yang menggunakan bahasa Tetum, inggris, Portugis maupun bahasa Indonesia. Seperti yang terlihat di foto ini:
Iklan Viettel dengan service GSM menjadi Telemor
Iklan Telkomcel
Perang Harga


Selain perang iklan yang telah penulis sebutkan di atas, salah satu hal yang paling menarik setelah dibukanya liberalisasi sektor telekomunikasi adalah perang harga. Tentunya dengan hadirnya ketiga perusahaan ini diharapkan biaya internet, telepon dan sms akan lebih murah sesuai dengan janji-janji yang tertera di papan iklan dari ketiga perusahaan ini.

Autoridade Nacional de Communicacao

Antoridade Nacional de Communicao atau disingkat dengan ANC adalah salah satu Badan Regulasi yang berfungsi untuk mengatur sektor telekomunikasi di Timor-Leste. Namun sangat disayangkan hingga kini Badan regulasi tersebut belum terbentuk padahal secara operasional kedua perusahaan baru yakni  Telkomcel dan Viettel telah beroperasi dalam membangun infrastruktur dan layanan demi bisa berkompetisi dengan perusahaan TT yang sudah sekian tahun meraup keuntungan dari sektor ini.
Masyarakat dan seluruh komponen bangsa yang ada tetap  berharap agar dalam waktu dekat bisa terbentuk ANC dengan demikian bisa memberikan perlindungan dan mengayomi para investor telekomunikasi yang telah menanamkan modalnya di bumi Loro-Sae.






Tuesday, 2 April 2013

Proses kawin adat di Timor Leste!!!!

Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara  pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste.
Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap:

1. Tahap persiapan

Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai perempuan. 

2. Tahap negoisasi

Nah tahap ini yang paling seru  dan kadang sampai gondok-gondokan.he.he.....  tapi intinya sukses tidaknya acara kawin adat biasanya tergantung kepintaran sang jurubicara (tua adat) untuk bisa bernegoisasi dengan pihak mempelai perempuan.Mulai dari pembahasan tata  cara adat, bayar belis ke pihak perempuan hingga menentukan tanggal pernikahan digereja biasa di bahas di tahap ini.

3.  Tahap pembayaran Belis

Belis (dalam bahasa Tetum) bisa diartikan sebagai mas kawin yang harus dibayarkan pihak laki kepada pihak perempuan dan besarnya biaya belis tergantung permintaan pihak perempuan. Dalam pembayaran belis atau mas kawin biasanya pihak perempuan menyodorkan sebuah kotak yang berfungsi untuk menyimpan uang yang diterima dari pihak laki. Besarnya biaya  tergantung kesepakatan dari kedua belah pihak.
Ketua Adat sedang menghitung duit!!!!!!!!!

4. Tahap Final

Setelah proses pemberian Belis selesai,  maka tahap selanjutnya atau tahap final adalah tahap dimana prosestukar cincin berlangsung. Tukar cincin selain sebagai lambang penyatuan kedua mempelai juga sebagai lambang kepercayaan dari pihak mempelai perempuan kepada mempelai laki untuk saling menyayangi dan mencintai.
Meskipun masyarakat Timor Leste telah hidup dijaman modern dan mendapat pengaruh budaya luar yang begitu kuat, namun budaya kawin adat masih terpelihara dengan baik oleh sejumlah kalangan yang menganutnya.

Monday, 25 March 2013

Open Your Mind with Wireless Technology-TOSC

Beberapa hari yang penulis di undang untuk menjadi salah satu pembicara di seminar dengan tajuk "Open Your Mind With Wireless Technology" yang diselenggarakan oleh Timor Leste Open Source Community (TOSC) salah satuNGO yang bergerak di Open source di Timor Leste. Sebenarnya panitia acara mengundang Vice Minister Transport and Communication untuk hadir di acara ini, namun karena ada halangan sehingga tidak bisa hadir di acara tersebut. Pembicara di acara ini selain penulis (mewakili pemerintah ) juga ada dari pihak Telkomcel dan beberapa pembicara dari NGO yang cukup aktif di komunitas Open Source Timor Leste. Topik yang penulis bawakan disini adalah" Oinsa Governu nian papel atu regulariza setor Telekomunikasaun iha Timor Leste atau di terjemahkan kira-kira Bagaimana peranan pemerintah untuk mengontrol sektor Telekomunikasi di Timor Leste". Topik ini cukup relevan seiring kehadiran ketiga perusahaan Telekomunikasi: TimorTelecom (TT), Telkomcel (Indonesia) dan Viettel (Vietnam) dalam melakukan bisnis telekomunikasi di bumi Loro Sae. Kehadiran ketiga perusahaan ini selain meramaikan bisnis telekomunikasi di Timor Leste tentunya pemerintah juga punya peranan yang cukup sentral dalam mengatur dan menyiapkan aturan hukum yang ketat agar kompetisi yang sedang berjalan bisa menguntungkan semua pihak baik perusahaan operator maupun kalangan masyarakat umum yang selama ini menjerit akan  mahalnya biaya internet, telepon, SMS ,etc. 


Peserta
Menurut informasi yang penulis peroleh dari panitia ada sekitar 500 peserta yang hadir di acara tersebut  terdiri dari kalangan mahasiswa, dosen dan dan para pengiat ICT di Timor Leste.  Para peserta ini cukup antusias mengikuti tiap sesi yang disampaikan oleh para pembicara. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dan kalangan mahasiswa akan pentingnya pemanfaatan ICT di Timor Leste.

Free Internet Access
Acara ini mendapat dukungan dari beberapa kalangan seperti Telkomcel, Visimitra, dan jugaTimor Plaza namun yang lebih seru lagi adalah tersedianya fasilitas internet gratis yang disediakan oleh pihak panitia acara.  Penulis berharap semoga dengan kegiatan seminar ini semakin menumbuhkan minat para mahasiswa untuk lebih melibatkan diri dalam penguasaan ilmu teknologi dan pemanfaat ICT bagi pembangunan bangsa.

Congratulation for TOSC Who Organized the Seminar...










Thursday, 14 March 2013

Berpikir Positif

Front Cover
source: http://books.google.com.sg/books/about/The_Power_of_Positive_Thinking.html?

Beberapa hari yang lalu ketika aku membersihkan kamar dan merapikan beberapa dos yang penuh dengan buku. Dari beberapa jenis buku yang tersimpan di dalam dos tersebut diantaranya: buku kuliah, Buku agama, buku motivasi dan juga beberapa buku yang berhubungan dengan bisnis. Tentunya dari daftar buku yang penulis miliki selalu terkait dengan minat penulis. Satu dari beberapa buku yang telah penulis sebutkan di atas adalah buku dengan judul Berpikir Positif karya Norman Vincent Peale. Buku ini kubeli pada tanggal 27 Mei tahun 1995 dengan harga RP.6000 di kota Bandung. Jadi kalau dikalkulasikan buku ini sudah berumur 18 tahun loh..he.he...
Isi dari buku ini membahas berbagai hal yang menyangkut:
percaya kepada diri sendiri, pikiran yang damai menghasilkan kekuatan, bagaimana memiliki energi yang konstan, cobalah kekuatan doa, bagaimana mencipatkan kebahagiaan anda sendiri, berhentilah gusar dan Rewel, harapkan yang terbaik dan dapatkan, saya tidak percaya akan kekalahan, bagaimana menghentikan kebiasaan khawatir, kekuatan untuk memecahkan masalah pribadi, bagaimana menggunakan Iman dalam penyembuhan, ketika vitalitas menurun, cobalah formula kesehatan ini, Arus masuk pikiran baru dapat membentuk diri anda kembali, Rileks untuk kekuatan yang santai, Bagaimana membuat orang menyukai anda, Resep untuk kedukaan, Bagaimana memanfaatkan Kuasa yang lebih Tinggi. 
Topik-topik yang dibahas di buku ini sungguh menarik bagi siapapun yang pernah membacanya. Selain menceritakan pengalaman sang penulis, juga di sertakan beberapa kutipan ayat-ayat Alkitab yang sangat relevan dengan topik yang dibahas dalam buku ini. Begitupun dengan penulis ketika membaca kembali buku ini seakan membawa kembali hayalan penulis 18 tahun silam sebagai seorang mahasiswa yang jauh dari keluarga serta hidup penuh keterbatas. Dalam situasi hidup yang serba tidak menentu, buku ini seakan berbicara kepada kita bahwa  segala persoalan yang kita alami sehari-hari selalu ada jalan keluar asal punya optimisme untuk selalu berpikir positif dan dukungan DOA.
SELAMAT BERPIKIR POSITIF..................

Monday, 28 January 2013

Budaya pesta

semalaman aku nggak bisa tidur, bukan karena insonomia tapi karena bunyi musik dansa dan nyanyian sang artis acara pesta di tetangga sebelah. Rasa dongkol dan emosi hanya tertanam dihati sambil berharap moga acara tersebut cepat bubar. sejujurnya penulis tidak terlalu peduli dengan acara pesta tersebut. Itu adalah  hak si penyelenggara acara, yang penulis risaukan adalah suara volume musik yang begitu keras hingga terdengar sampai beberapa ratus meter dan parahnya lagi acara tersebut hingga jam 5 dini hari belum juga bubar. Sudah segitu parahnya hingga  orang sudah tidak terlalu peduli dengan lingkungan sekitar. Bukankah malam hari orang-orang seperti tetangga yang sakit, anak-anak kecil, karyawan atau pekerja butuh isitirahat yang cukup tanpa harus ikut berkorban bergadang sampai pagi dengan acara yang sejujurnya menurut penulis hanya hura-hura, pemborosan tenaga dan uang. Sudah sebegitu parahkah kepedulian sosial masyarakat Timor Leste akan sesama yang butuh ketenangan dalam mengarungi kehidupan ditengah himpitan ekonomi yang serba tidak pasti. Menyelenggarakan pesta adalah hak tiap orang, terutama  Bagi masyarakat Timor Leste pesta bukan hanya sekedar ajang pertemuan antara kedua belah pihak (penyelenggara acara dan para tamu undangan) tapi juga pesta identik dengan acara dansa.  maka jangan heran bila menghadiri acara pesta milik masyarakat Timor Leste tidak akan seru bila tidak diakhiri dengan acara dansa. Budaya pesta di Timor sudah sudah berlangsung lama sejak jaman Portugis hingga jaman kemerdekaan. Model penyajian dansa pun berbeda sesuai jaman. Masih teringat dibenak penulis ketika masih kecil kalau melihat orang dansa itu masih pakai etika dan alat musik yang digunakan pun masih sangat sederhana yakni biola, beda dengan jaman sekarang yang serba digital dengan gaya dansa yang sangat berbeda pula. Menyimak budaya pesta di Timor Leste mengingatkan penulis akan beberapa hal:

Pemborosan

Entah sadar atau tidak sadar menyelenggarakan pesta di Timor leste membutuhkan biaya yang tak sedikit mulai dari hal makanan sampai minuman. Hal ini belum termasuk biaya sewa gedung, sound system dan lain-lain yang setidaknya menjadi bahan pertimbangan bagi penyelenggara acara.

Keamanan

Salah satu masalah yang sering terjadi pada saat acara pesta digelar adalah faktor keamanan selama acara pesta berlangsung. Kadang terjadi suasana kekacauan didalam acara pesta akibat salah pengertian diantara undangan maupun minum minuman beralkohol yang melampui batas sehingga membuat si peminum menjadi mabuk dan kehilangan kontrol yang akhirnya bisa menyebabkan kekacauan didalam acara pesta.

Waktu acara perlu dibatasi

berbekal pengalaman penulis di atas setidaknya turut menjadi pertimbangan bagi pihak penyelenggara acara untuk membatasi waktu acara. Bernyanyi dan berdansa ria tanpa mempedulikan masyarakat sekitar adalah sebuah tindakan yang tidak beretika dan bermoral. Terlebih menganggu istirahat malam bagi yang sakit dan anak-anak kecil yang sepatutnya membutuhan ketenangan hidup.

Tentunya tiap masyarakat memiliki budaya berbeda-beda, begitupun dengan masyakarat Timor leste. Adalah salah kalau tidak melestarikan budaya tersebut tapi akan lebih salah lagi kalau kehadiran budaya pesta semakin memiskin masyarakat dan menganggu ketentraman umum.


Thursday, 17 January 2013

TELKOMCEL & VIETTEL

Kabar gembira buat masyarakat Timor Leste, karena sebentar lagi akan hadir 2 operator perusahaan TELCO yang akan bersaing dengan perusahaan Timor Telecom yang telah invest di Timor Leste. Kedua perusahaan tersebut yakni TELKOMCEL dari Indonesia dan VIETTEL dari Vietnam. Kehadiran kedua perusahaan ini sebagai bukti keriusan pemerintah Timor Leste dalam mendobrak konsesi kontrak dan mengakhiri praktek monopoli yang selama ini lebih menguntungkan perusahaan Timor Telecom (TT).


TELKOMCEL

Telkomcel
http://www.telkomcel.tl/
Sebagaimana yang penulis kutip dari web http://www.telkomcel.tl/ ada beberapa produk yang ditawarkan oleh perusahaan Telkomcel. produk-produk tersebut diantaranya:
  • Kartu perdana seharga $2 per unit
  • Voucher
Selain beberapa produk yang disebutkan di atas ada juga beberapa layanan (Service) yang akan disediakan perusahaan Telkomcel. Layanan-layanan tersebut di antaranya:
  • Voice call
  • SMS
  • MMS
  • GPRS
Informasi lengkap  bisa dilihat di http://www.telkomcel.tl. Dan rencananya hari ini akan dilakukan peresmian oleh Pejabat Timor Leste dan Menteri BUMN indonesia Dahlan Iskan. 

VIETTEL


http://sepfope.blogspot.sg/2012/12/informasaun-vagas.html
Mengenai perusahaan VIETTEL penulis agak kesulitan untuk di ulas di blog ini karena kekurang tersediaan informasi. Namun dari beberapa isu yang beredar perusahaan ini sedang sibuk membangun infrastruktur di Timor Leste dan tanggal pelaksanaan peresmian belum diketahui oleh khayalak umum.
Semoga dengan semakin stabil negara Timor Leste serta didukung iklim investasi yang menguntungkan semakin menarik perusahaan lain untuk terus berinvestasi di Timor Leste. Selain daripada itu dengan hadirnya kedua perusahaan: Telkomcel dan Viettel semakin meramaikan pasar persaingan disektor telekomunikasi agar kelak masyarakat Timor Leste bisa menikmati akses internet dan telepon yang murah dan terjangkau. Congratualation to TELKOMCEL and VIETTEL to be here in Timor Leste...

Friday, 11 January 2013

Mari menjaga kota Dili tetap bersih!

Di musim hujan kota Dili selalu dipenuhi sampah yang berserahkan dimana-mana. adakah kepedulian masyarakat atau pemerintah untuk tetap menjaga kota Dili agar bersih dan menawan? jawabnya, pasti ada. Terlebih pemerintah Timor Leste menaruh perhatian yang cukup serius dalam hal kebersihkan di kota Dili.  salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan adalah dengan melibatkan masyarakat  mulai dari kepala suku, kepada desa, bupati hingga lingkungan kementerian yang ada di Timor Leste. Seperti yang ditunjukkan pada hari ini dimana seluruh pengawai negeri Timor Leste khususnya di berada di kota Dili untuk turun ditengah masyarakat dalam melakukan kebersihan secara menyeluruh di sudut kota Dili. Dari pantauan penulis, jumlah masyakarat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini tidak terlalu signifikan dibanding dengan pegawai negeri yang disebar di beberapa lokasi. Masyarakat seakan bersikap apatis dan lebih tertarik untuk melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat dibanding kegiatan bakti sosial. Beberapa foto  hasil kegiatan bisa dilihat dibawah ini:

Bergotong royong membersihkan sampah....

Saluran air yang dipenuhi sampah.....
Tempat sampah yang overloaded......
Menjaga kota Dili yang bersih dan nyaman adalah dambaan tiap orang Timor Leste, Kalau bukan sekarang kapan lagi?????????????????????



Friday, 28 December 2012

Suasana Natal di kota Dili

Dalam menyambut perayaan Natal dan Tahun baru 2013, kota Dili sebagai ibu kota negara Republik Demoratik Timor Leste (RDTL), selalu dipenuhi oleh hiasan-hiasan Natal yang bertebaran di sekitar kota Dili. Hiasan-hiasan tersebut ada yang memang  berasal dari hasil kreasi anak-anak muda, tapi ada juga yang disponsori oleh pemerintah RDTL. Bentuk dekorasi pohon Natal dan Gua Natalpun bervariasi ada yang berukuran kecil dan ada pula yang berukuran besar tergantung lokasi penempatan. Khusus untuk perkantoran biasanya ditempatkan beberapa pohon Natal serta lampu hiasan yang berwarna-warni dengan ukuran cukup besar untuk meramaikan suasana Natal di kota Dili. Sedang hiasan ataupun pohon yang berukuran kecil biasanya dengan muda kita temukan di pinggir-pinggir jalan atau di sudut-sudut perumahan penduduk. Suasana Natal akan sangat terasa di malam hari bila bersempatan diberkeliling disekitar kota Dili. Pohon Natal dengan  dikelilingi lampu-lampu nan indah semakin meramaikan suasana Natal di Kota Dili. Secara umum suasana perayaan Natal di kota Dili berlangsung damai hal ini seiring dengan himbauan dari pihak keamanan kepada seluruh masyarakat Timor Leste terutama yang kalangan kaum muda untuk tidak berbuat onar selama proses perayaan misa berlangsung. Semoga suasana damai yang telah tercipta tetap dijaga oleh seluruh masyarakat Timor Leste, baik yang berada dikota Dili maupun yang ada di Distrik untuk ikut berpartisipasi menjaga keamanan dan kestabilan negara Timor Leste di tahun 2013. Dili City of Peace.....


Why Travelling to Timor Leste?

Big clock model in Timor Leste..
Dili Sun Set photo.....

Free Wifi internet access available here...
Largo de Lecidere..nice place to take a rest and do your exercise.........


Thursday, 27 December 2012

Wish You Merry Christmas 2012


Selamat pagi dan selamat berjumpa kembali di blog ini. Maaf, mungkin kata yang paling tepat untuk para pembaca sekalian karena cukup lama penulis tidak mengupdate content blog. Alasan klasik yang sering keluar dari mulut seorang blogger ketika ditanya mengapa blognya tidak diupdate? jawabannya, karena kekurangan ide atau karena sibuk bekerja atau juga karena kurang adanya komentar di blog tersebut sehingga membuat pemilik  untuk tidak mengupdate blog tersebut. Hal yang sama sering juga menimpa penulis, ada begitu banyak ide yang ingin penulis tuangkan di blog ini, namun ide tersebut hilang lenyap di kala ingin menuangkannya ke dalam kata-kata hingga membentuk tulisan yang menarik untuk dibaca oleh para pengunjung blog ini. Maka sekali lagi penulis memohon maaf dan untuk menutup tulisan ini penulis tak lupa ucapkan" Merry Christmas 2012" untuk seluruh pengunjung yang sempat mampir di blog ini.