Tuesday, 13 June 2017

WELCOME TO MAROBO HOT SPRING..

Marobo hot spring atau air panas Marobo cukup terkenal di kalangan masyarakat Timor Leste. mulai dari kalangan anak-anak, orang dewasa maupun orang tua. begitupun dengan penulis blog ini, rencana mengunjungi air panas marobo sebenar sudah agak lama, namun karena beberapa hal rencana tersebut tidak kunjung terlaksana dan baru bisa berkunjung ke air panas marobo dilakukan minggu yang lalu. Nah, untuk mengunjungi air panas marobo, tentunya para pengunjung terlebih dahulu memperhatikan beberapa hal diantaranya:


TRANSPORTASI

Mengunjungi obyek wisata air panas marobo selain karena indahnya alam wisata itu sendiri juga yang tak kalah menarik adalah medan yang cukup berat dan penuh tantangan bagi para pengunjung. maka selain mengandalkan seorang guide yang handal juga dibutuhkan kendaraan yang punya kemampuan untuk mengantar sampai di tujuan. kota maliana sendiri sebenarnya tersedia beberapa jenis mobil yang digunakan untuk khayak umum seperti bis kota. mikrolet, truk dan sepeda motor. Namun untuk mengunjungi air panas marobo disarankan untuk menggunakan mobil jenis 4wd atau yang sejenis.

LOKASI

lokasi air panas marobo terletak di District Maliana atau persisnya di ujung barat negara Timor Leste. waktu yang dibutuhkan berkisar 45 sampai satu jam dari kota Maliana ( waktu yang dibutuhkan dari dili ke Maliana berkisar  4 jam lewat darat). melewati bukit dan jalan yang berbelok-belok menjadi tantangan tersendiri para pengunjung yang ingin menikmati indahnya pemandangan kota maliana dan sekitarnya. Luasnya hamparan sawah, hijaunya dedaun pepohonan dan ramahnya sapaan anak-anak "bom dia" semakin menambah semangat para pengunjung untuk segera mencapai air panas marobo. Sebelum mencapai Marobo, kita akan melewati akan melewati beberapa wilayah seperti Rai Fuin dan atubaen. Melewati wilayah tersebut tentunya punya ciri khas tersendiri terutama di musim hujan, wilayah ini tertutup oleh awan tebal dan udara dingin yang menusuk badan. Setelah melewati perjalanan yang memakan waktu hampir satu jam, terbentang sebuah papan nama yang bertuliskan "Marobo Hot Spring"persis di persimpangan jalur menuju Marobo dan jalur lain ke District Suai. Itulah informasi yang tertera di papan tersebut dan anda akan melewati beberapa jalur menurun hingga mencapai air panas marobo.

Papan nama Marobo Hot Spring-Maliana
Sesuai dengan informasi yang tertera di papan informasi tersebut bahwa jarak yang ditempuh untuk mencapai tempat pemandian air panas Marobo sekitar 5,5 km. Setelah melewati beberapa kampung dan melihat secara dekat pemandangan alam sekitar kampung, tibalah kita ditempat yang dituju yakni Marobo Hot Spring atau dalam bahasa daerah tetum "Be Manas Marobo". Namun sebelum mencapai lokasi yang dituju, terlebih duhulu kita menjumpai beberapa hal seperti di bawah ini:


BENTENG PORTUGIS


Bangsa Portugis yang menjajah Timor Leste tentunya meninggalkan beberapa barang peninggalan yang cukup bernilai historic bagi para kaum muda Timor Leste. Salah peninggalan bangsa Portugis yang tersebar di beberapa wilaya Timor Leste adalah Benteng. Hal yang sama akan kita temui disekitar lokasi pemandian air panas Marobo. Benteng -benteng yang berdekatan dengan lokasi pemandian berumur cukup lama, meskipun demikian tidak ada informasi lengkap yang bisa penulis sajikan ke para pembaca mengenai umur dari benteng-benteng tersebut. Cukuplah itu sebagai bukti sejarah akan keberadaan bangsa Portugis di bumi Loro Sae. Beberapa foto mengenai peninggalan benteng Portugis bisa dilihat di fot berikut:


Benteng peninggalan Portugis di Marobo

Foto peninggalan benteng Portugis di Marobo
Sisa-sisa peninggalan benteng Portugis tersebut ada yang tinggal tiang ada juga yang masih berbentuk namun semuanya akan hancur termakan usia. Bila tidak ada penanganan serius dari pemerintah Timor Leste untuk merawatnya maka akan punah dan itu sangat tidak diharapkan oleh generasi penerus Timor Leste.


 TIKET DAN KOLAM RENANG

Sebagaimana dengan obyek wisata ditempat lain, hal yang sama juga berlaku di obyek wisata pemandian air panas Marobo. Tiket yang diberlakukan hanyalah untuk kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor. Biaya masuk untuk kendaraan atau mobil dikenakan sebesar $ 5 sedangkan untuk motor dikenakan biaya sebesar $ 1 USD. informasi lengkap bisa dilihat di foto ini:

Papan Informasi Pemandian air panas Marobo


Setelah membayar sejumlah uang sesuai yang tertera di papan informasi tersebut, para pengunjung bisa segera menikmati pemandian air panas Marobo. Air panas Marobo terdapat 3 kolam yang letaknya berderetan satu sama lain. masing kolam memliki karakteristik tersendiri.
kolam renang air panas Marobo-Maliana

  Kolam yang pertama (warna biru) adalah air yang ditampung langsung dari sumber air yang berasal dari gunung. Air yang tertampung di kolam ini sangat panas. sebagian airnya dikeluarkan lewat kerang air sehingga banyak pengunjung memanfaatkan air tersebut untuk mandi atau sekedar menghangatkan tubuh. Mengingat perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, alangkah baiknya bila para pengunjung coba sedikit air yang keluar dari kolam pertama.  Awalnya tubuh terasa panas seperti mau terbakar namun lama kelamaan tubuh kita menjadi segar kembali kita memanfaatkan air tersebut.
   Kolam yang kedua (warna putih) berisi air dingin dan bercampur kapur. Beberapa pengunjung memanfaatkan kapur tersebut untuk membersihkan badan atau sekedar berendam di kolam tersebut.
    Kolam yang ketiga (warna hijau) berisi air hangat, cocok untuk mandi berlama -lama di dalamnya. Ukuran dari kolam tersebut tidak terlalu dalam, sehingga memungkinkan siapa saja bisa mandi dalam kolam tersebut. Selain keberadaan kolam-kolma tersebut, disekitar lokasi pemandian terdapat beberapa bangunan yang bisa dipakai untuk beristirahat atau sekegar memberihkan badan atau menganti pakaian. Seperti yang terlihat di foto ini:

Bangunan sekitar lokasi pemandian
Suasana Air panas Marobo
photo session with friends


Selain dikelilingi oleh bangunan-bangunan yang telah penulis sebutkan di atas, disekitar lokasi juga terdapat beberapa kios-kios yang menjual kebutuhan sehari-hari, seperti minuman dan makanan ringan. secara umum lokasi pemandian air panas Marobo cukup menantang untuk dikunjung oleh masyarakat Timor Leste maupun para turis dari negara lain. selain karena air panas Marobo yang begitu mengoda juga keindahan alamnya yang membuat penasaran para pengunjung untuk mengunjunginya.   Again...Welcome to visit to Marobo Hot Spring............

Sunday, 20 November 2016

Update new blog in Tetum version

dear friends,

i just remove my old blog in tetum language and create new one. Hope this new blog in tetum version can reach Timor Leste communities not only in Dili but also around the world. It will be helpful if you could give suggestion or comments to improve my skill in blog writer. Finally don't forget to visit 
or just click the link above.

Thanks

Monday, 14 November 2016

GUIMARÃES-PORTUGAL

Kota Guimarães terletak di bagian utara Portugal dan merupakan bagian dari District Braga. Kota Guimarães merupakan kota yang bersejarah bagi bangsa portugis karena di kota inilah sebagai bukti sejarah lahirnya bangsa portugis. Selain sebagai ibut kota pertama bangsa Portugis, Guimarães juga merupakan salah kota yang terdaftar di lembaga internasional UNESCO sebagai "World Heritage Site"sejak tahun 2001. Penulis berada di kota Guimarães dalam rangka mengikuti "Formacão Integrada UMinho-EGOV". Para peserta training terdiri dari negara-negara berbahasa portugis (CPLP) seperti, Angola, Mozambique, Sao Tome Principe, Cabo Verde, Guinea Bessau dan Timor Leste. Selain disibukkan dengan agenda kegiatan yang cukup padat mulai dari jam 9 sampai jam 18.30, tentunya penulis juga menyempatkan diri untuk melihat secara dekat keindahan kota Guimarães yang sangat bersejarah bagi bangsa Portugis. Secara umum kota Guimarães sangat tertata rapi, bersih, dan yang tidak kalah menarik adalah bangunan-bangunan tua yang masih terawat rapi menghiasi sudut-sudut kota. Beberapa bangunan tua yang terjaga sampai sekarang diantaranya:

1. Gedung Tua


Gedung tua yang terdapat di kota Guimarães
berdri sejak 1863



Conveto Santa Clara

deretan gedung tua yang tertata rapi
Pemerintahan di wilayah Guimarães cukup peduli akan budaya dan hasil karya para leluhurnya. Keaslian gedung tetap terjaga dan berdiri kokoh ditengah kemajuan dunia modern. Hal itu terlihat dari banyaknya toko-toko yang berada di bawah gedung tersebut yang menjual berbagai jenis barang produksi manusia modern seperti: restorant, cafe, dan lain-lain, 

2. Restorante dan Cafe

Keunikan wilayah Guimarães, selain dihiasi oleh gedung-gedung tua, juga terdapat banyak sekali restorante dan cafe-cafe yan tersebar disudut kota. Masyarakat Gumarães dan para pengunjung lain bisa menikmati berbagai jenis makanan khas portugal dan aroma kopi yang dijual di restorante dan cafe-cafe tersebut. Harga jual makanan cukup bervariasi; sopa plus roti sekitar 1 euro, kentang goreng+daging+salad+telur goreng sekitar 5 euro, sedangkan segelas kopi sekitar 1 euro.


Gedung tua plus toko modern.
Daftar Menu
3. Castelo Guimarães

Mengunjungi Gumarães tidaklah lengkap kalau tidak mengunjngi Castelo Guimarães. Castelo Gumarães dibangun atas perintah raja Mumamoda Dias di abad ke-10. Castelo ini dibangun untuk mempertahankan kerajaan dari serangan kaum muslim africa utara (moors) dan kaum eropa lainnya.
Untuk bisa melihat secara dekat castelo Guimarães, para pengunjung diwajibkan untuk membeli tiket seharga 5 Euro. Di dalam Catelo Guimarães selain terdapat kapel (gereja kecil), juga terdapat peninggalan kuno milik para raja yang tersimpan rapi di dalam gedung tersebut; seperti kamar tidur raja, ruangan pertemuan, lemari dan lain-lain.


Background-Castelo Guimarães

Barang Antik
Gednung Depan Castelo Gumarães
4. Aqui Naceu Portugal dan Gereja Tua

Aqui Naceu Portugal merupakan bangunan yang sangat menonjol di kota Guimarães. letaknya ditegah kota Guimaães dan dikelilingi toko, restorante, cafe dan taman bermain yang cukup luas untuk berfoto atau sekedar bercengkrama bersama sahabat. Aqui Naceu Portugal seakan ingin menyatakan kepada para pengunjung bahwa ditempat inilah lahir bangsa Portugis.
Depan Gedung Aque Naseu Portugal
Selain sebagai tempat lahir bangsa Portugis, kota Guimarães juga terdapat gereja-gereja katolik yang sersebar di kota tersebut. Gereja-gereja peninggalan jaman dulu masih terawat rapi dan bersih. Lokasi gereja sangat berdekatan dan bunyi lonceng gereja selalu mengema kalau ada acara keagamaan seperti misa dan hari besar gereja katolik.

Depan Igreja da Misericodia

5. Gereja Nossa senhora do Carmo de Penha

Gereja ini terletak di pucak gunung penha atau Penha Mountain. Untuk mencapai gereja tersebut ada dua pilihan yang bisa ditempuh: menggunakan mobil atau bisa naik kereta kabel. Supaya lebih menikmati perjalanan, alangkah baiknya menggunakan kereta kabel Guimarães atau Telefërico Guimarães. Biaya yang dikenakan sebesar 5 Euro. Jadwal pengoperasian kereta kabel bisa dilihat foto bawa:
Jadwal kereta kabel dalam bahasa ingris dan Portugis
Depana Gereja De Penha

kota Guimarães dari puncak gunung de Penha

Referensi dan pengalaman penulis selama berada kota Guimarães bukan sekedar menutut ilmu tapi berusaha untuk mengali lebih dalam bagaimana masyarakat dan pemimpinnya mengelola dan melestarikan peninggalan leluhur di jaman modern. Tentunya menjaga dan melestarikan budaya yang berumur ratusan tahun tidaklah mudah. Butuh kesadaran, tanggungjawab dan pengetahuan akan nilai dari sebuah sejarah peradaban itu sendiri. Masyarakat yang beradab adalah masyarakat yang menghargai hasil karya para leluhur, Timor Leste sebenar memliki banyak potensi yang bisa digali untuk menarik para wisatwan luar negeri. Banyak peninggalan jaman Portugis yang tersebar di kota Dili dan di Distrik, Selain peninggalan jaman Portugis ada juga peninggalan leluhur seperti rumah adat, tais etc yang bernilai dan mendatangkan devisa negara.Tinggal bagaimana para pemimpin intelektual dan  masyakarat Timor Leste itu sendiri menjaga dan melestarikannya.

Wednesday, 8 June 2016

Menikmati kebersamaan bersama anak-anak Escola Tecnico Informatica (ETI) dan Sao Miguel

Beberapa minggu yang lalu kantor kami menerima beberapa pelajar yang ingin melakukan kerja pratek. Hal yang membedakan kehadiran para siswa ini dengan yang lain adalah, durasi kerja praktek yang cukup lama yakni 3 bulan. Penulis sendiri awalnya agak kaget kenapa kerja praktek kok bisa sampai 3 bulan? Ternyata dari penuturan para siswa, aturan 3 bulan kerja praktek memang baru dikeluarkan oleh Kementerian pendidikan Timor-Leste bagi seluruh sekolah kejuruan baik swasta maupun negeri. Ditambahkan lagi, untuk seluruh sekolah kejuruan di Timor-Leste menggunakan sistem kredit, untuk sekolah umum sistem tersebut tidak berlaku. Sebagaimana biasanya, sebelum melakukan kegiatan kerja praktek, terlebih dahulu kami memperkenalkan diri dan memberikan arahan tentang tata cara atau aturan-aturan yang harus mereka taati selama melakukan kegiatan kerja praktek. Ada beberapa peraturan yang secara tidak tertulis kami berikan di antara:

1.      Jam masuk kantor

Aktivitas masuk kantor di tempat kami dimulai jam 8:30 waktu Timor-Leste. Jam 12.00 waktu makan siang, dan masuk kembali jam 14.00 artinya para pegawai di Timor-Leste diberi waktu 2 jam untuk istirahat, lalu kembali masuk kerja sampai jam 17.30. Durasi waktu kerja yang cukup lama, tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik para siswa, maka dari itu  sejak awal kami selalu menekankan para siswa agar tidak terlalu terikat dengan aturan kantor tetapi berusaha memberikan kebebasan agar mereka bisa memberikan yang terbaik bukan hanya bagi kami tapi bagi sekolah dimana mereka berasal.

2.      Pembagian kelompok

Pembagian kelompok terpaksa dilakukan karena jumlah siswa yang melakukan kerja praktek cukup banyak yakni 18 siswa. Kedelapan belas siswa tersebut terdiri dari 12 siswa dari Escola Tecnico Informatica (ETI) dan 6 siswa Escola Sao Miguel. Pembagian kelompok dimaksudkan agar lebih mudah mengarahkan dan memonitor tiap aktifitas yang dilakukan para siswa selama melakukan kegiatan kerja praktek lapangan. Kedelapan belas siswa tersebut disebar ke berbagai divisi antara lain bagian Human resource, administration and finance dan Informasi dan teknologi (IT). Untuk divisi kami kebagian 8 siswa. 6 siswa dari Escola Teknico Informatica (ETI) dan 2 dari Escola Sao Miguel. Kedelapan siswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok satu dan kelompok dua. Masing-masing kelompok  telah diberi tugas dan tanggungjawab yang harus dikerjakan selama seminggu lamanya, tentunya harus disertai dengan pembuatan laporan kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan pihak sekolah.

group photo

Group photo

3.      Jadwal kegiatan

Jadwal kegiatan disesuaikan dengan jadwal kerja kantor. Hari senin sampai jumat para siswa ini akan belajar dan  mempraktekkan tiap materi yang kami berikan. Beberapa materi pelatihan yang telah disiapkan di antaranya: pembuatan blog, networking, database dan Troubleshooting. Memang materi pelatihan yang kami berikan masih berhubungan dengan Informasi dan teknologi  (IT). Sebagai informasi tambahan, kantor kami  bertanjungjawab memberikan pelayanan internet ke seluruh kantor pemerintah Timor-Leste. Dengan demikian kehadiran para siswa ini sangat membantu kami dalam memberikan pelayanan internet ke semua instansi yang ada. Selama proses pelatihan dan adaptasi dengan lingkungan baru, sangat terlihat para siswa ini cukup antusias dalam menjalani hari-hari bersama kami. Disaat pelatihan mereka cukup fokus dan kadang terlihat serius, namum disaat santai mereka juga senang mendengarkan music dan searching google untuk materi pelajaran maupun hal menarik lain.  

4.      Momen kebersamaan


Meski terjadi perbedaan umur, dan dari latar belakang yang berbeda namun kondisi ini seakan tidak menjadi halangan untuk saling berbagi pengalaman diantara kami. Justru kehadiran para siswa ini menjadikan kami merasa muda lagi (he.he.he) untuk terus bersemangat dalam bekerja dan berkarier. Momen bersama para siswa ini bukan hanya sekedar berbagi pengalaman tapi juga memberikan arahan dan dorongan kepada mereka untuk terus belajar dan berkreasi dalam mengapai cita-cita.

Wednesday, 3 February 2016

REFLEKSAUN: ICT CAMP 2015 TIMOR-LESTE

Aktividade ICT CAMP 2015 nebe halao iha Distritu Liquisa husi dia 12 too 16 de janeiro 2016 hanesan aktividade importante ida nebe joven sira halo iha tinan foun 2016 nia laran. liu  husi Fundasaun Desenvolvimentu Sofware Livre (FDSL) kolabora hamutuk ho Secretario estado Joventude no Desporto (SEJD) hodi anima joven sira liu husi seminar, training no Tour. Tema principal ba ICT CAMP 2015 mak “Foin Sae Matenek no Kreativu ho Teknologia, informasaun no Komunikasaun”. Husi tema principal ida neé hakerek nain hakarak hakarak hatoo buat rua (2)  durante tuir eventu ida neé.

Premeiro: “Foin Sae Matenek no Kreativu ho Teknologia, informasaun no Komunikasaun”.

Lian fuan ida neé hanesan trigger ida hodi fo motivasaun ba joven sira, laos deit sira nebe partisipa iha envetu ida neé maibe mos ba joven sira iha Timor-Leste laran tomak atu nuneé, laos deit sai usuador (pemakai) maibe bele mos sai kriador (pencipta) no inovador iha seitor ICT nian. Hare husi partisipante sira nebe mai partisipa iha eventu ida neé maioria joven deit. Joven sira neé mai husi group oin-oin. Sira mai ho intensaun ida katak sira hakarak no esforsu an atu tuir no aprende materia hirak nebe organizadora prepara ona. Grupu sira hanaran an tuir ida-ida nia especialidade, balun  temi an grupu linux RedHat, Debian, Fedora, Mint, Android, no seluk tan.Tuir observasaun nebe hakerek nain halo durante serimonia abertura iha dia de 12 de janeiro 2016 hatudu katak, group sira neé iha duni espiritu kreatividade hodi anima joventudi sira liu-liu joventude liquisa oan sira atu aprende no pratika material sira neé. Hakarak ka la kohi foin sae sira persiza  esforsu an atu uza sira nia matenek no energia tomak atu aprende no pratika. Command line nebe iha versaun linux Hanesan ema hotu hatene katak sistema operasaun (OS) linux diferente ho sistema operasaun Windows nebe bain-bain ema uza. Command sira hanesan, ls, root, ps, var no seluk tan ita susar oituan atu hetan iha sistema operasaun windows. Problema ida neé mosu tamba sistema operasaun linux uluk sei basea ba Command Line Interface (CLI), maibe agora dadaun ho versaun Linux iha mudansa barak tamba sistema operasaun Linux agora basea ba Graphical User Interface (GUI). Husi nia display (tampilan) bele ajuda ema atu komprende diak sistema operasaun linux. Vantagem husi Sistema Operasaun Linux nomos Windows laos deit ajuda ema atu utiliza aplikasaun hirak nebe tau hamutuk iha sistema operasaun nia laran, maibe mos ajuda engineiro Informasaun no Teknologia (IT) sira atu halo konfigurasaun ba ekipamentus Rede hanesan Cisco Router, Switch no WiFi. Tan neé tempo loron tolu ka hat nia laran durante eventu ICT CAMP ida neé la dun suficiente atu bele komprende diak liu materia hirak neé. Maibe se la hahu agora, bain hira tan?

Segundo: Foin Sae no espiritu entrepreneurship.

Eventu ICT CAMP 2015, tuir hakerek nia hanoin laos deit forma foin sae sira atu aprende aplikasaun hanesan temi iha leten, maibe persiza mos atu hanoin atu bele prepara foin sae sira neé para kria servisu ba sira nia an rasik (entrepreneurship). Idea kreativu ida neé laos mosu derepente ou secara instant maibe persiza treinamentu. Treinamentu laos deit iha parte tekniku nebe forma foin sae sira atu sai ema matenek bele halo aplikasaun database, network engineers, web developer, graphic design, system engineers no seluk tan, maibe persiza mos forma foin sae sira atu bele faan (marketing) ba produtu sira nebe sira kria. Tan neé iha eventu sira nebe hakerek nain partisipa sai hanesan orador sempre fo motivasaun ba foin sae sira atu bele mosu idea diak ruma atu nuneé bele sae foin sae ida nebe “mandiri “ nomos bele kria servisu ba ema seluk. Profesi iha area Informasaun no Teknologia (IT) iha Timor-Leste sidauk hetan fatin diak iha Governu nomos iha kompania privadu sira. Los duni, iha tempo Governu AMP nian liu  Ministru Saude Senhor Sergio Lobo nian tempo iha ona hanoin ida atu fo sertifikasaun ba professional IT sira, atu nuneé professional IT sira neé bele hetan tratamentu ida nebe egual ho sira nian matenek,  maibe ikus mai idea ida neé la realiza, Ho situasaun dilematiku  ida neé laos sai rasaun atu foin sae sira lakon oportunidade atu bele kria buat diak ruma iha area ICT nian hodi desenvolve nasaun ida neé. Group sira nebe hamahon an iha area Linux: Debian, RedHat, Fedora no seluk tan laos deit para iha eventu ICT CAMP 2015 ida neé. Maibe depois de eventu ida remata group sira nee bele halibur malu nafatin hodi troka idea no fahe matenek ba malu (share knowledge) atu nuneé iha futuru bele kria servisu tuir abilidade nebe sira iha nomos bele ajuda desenvolvimentu nasional. Foin sae sira nebe sai gerasaun foun futuru nasaun nian persiza aproveita tempo estuda no pratika iha treinamentu no iha fatin seluk. Iha lian Bahasa Indonesia dehan hanesan neé: Memulai itu setengah berhasil, ita fiar katak liu husi eventu ICT CAMP 2015 bele sai referensia diak ba foin sae sira atu bele explora sira nia an hodi bele kompete iha mundu modernu.

Thursday, 21 January 2016

Seruhnya Kegiatan ICT CAMP 2015 TIMOR-LESTE

ICT CAMP 2015 ini adalah salah ajang tahunan yang di adakan oleh Organisasi Pengembangan Open Source atau dalam bahasa Tetum disebut Fundasaun Desenvolvimentu Sofre Livre (FDSL) dan berkolaborasi dengan sekretaris negara urusan pemuda dan olahraga Timor-Leste. Awalnya kegiatan ini akan dilakukan di Distrik Oecusse, namun terpaksa dibatalkan karena ada kendala transportasi kapal laut yang selama ini jadi andalan masyarakat Oecusse masih dalam proses perbaikan di Surabaya -Indonesia. Hal ini menyebabkan tim penyelenggara memindahkan lokasi kegiatan ke distrik Liquisa yang jaraknya cukup ditempuh dengan kendaraan roda empat dalam waktu 45 menit dari kota Dili. Kegiatan ICT CAMP ini berlangsung selama 4 hari mulai dari tanggal 12 sampai tanggal 16 januari 2016. Peserta yang hadir juga cukup banyak terlebih dari kaum muda yang punya hobi programming database, Networking dan Web  Desain. Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah selain diisi dengan kegiatan seminar dan training juga ada kegiatan tour yang telah disiapkan oleh tim penyelenggara untuk menarik sebanyak mungkin peserta agar bisa berpartisipasi di ajang ini. Selain itu  dukungan dari pemerintah pusat terutama dari sekretaris negara urusan pemuda dan olahraga dan  Distrik Liquisa menjadikan ajang lebih bermakna bagi kaum muda Timor-Leste. Tema yang diusung dalam Kegiatan ICT CAMP 2015 ini adalah: "Foin Sae Matenek no Kreativu liu husi informasaun no Teknologia"( Kaum muda yang pintar dan kreatif melalui IT). Ada berbagai kegiatan telah disiapkan oleh panitia terutama training mengenai pemanfaat sistem operasi linux untuk edit foto, pengenalan Voice Over Internet Protocol (VoIP) dan pengenalan Jaringan. Suasana acara seperti terlihat di foto ini:

suasana acara kegiatan ICT CAMP 2015
Trainer lagi sibuk memberi pelatihan

Banner ICT CAMP

walau kegiatan ini cukup singkat namun cukup memberi arti bagi kaum muda Timor-Leste untuk lebih banyak belajar dan berkolaborasi sesama pengiat ICT. Menjadi ahli di bidang IT tentunya harus banyak belajar, bereksplorasi dan butuh kreativitas untuk bisa menghasil sesuatu yang bermanfaat bagi kemajuan negara Timor-Leste. Finally i just wanted to say congratulations for organizers and thanks also for allowed me to be one of the speaker in this event.

Friday, 2 October 2015

Woow.. Great Wall

Sebulan yang lalu, tepatnya dari 23 Agustus sampai tanggal 22 september 2015, penulis diberi kesempatan oleh kantor untuk mengikuti seminar dengan topik "2015 SEMINAR ON TELECOMMMUNICATION NETWORKS SECURITY FOR DEVELOPING COUNTRIES”-
di Wuhan, Hubei Province-China. Sesuai dengan jadwal yang diterima para peserta, agenda kegiatan selama seminar dibagi menjadi 3: Lecture, Technical investigation dan Cultural investigation. Nah..dalam kesempatan ini penulis tidak akan membahas tiap agenda di atas karena hanya buang waktu dan tentunya tidaklah relevant bagi pembaca yang tidak mempunyai background IT atau telekomunikasi (ha.ha..). Mungkin di antara pembaca yang sempat mampir di blog ini akan bertanya kenapa judulnya kok "woow..Great Wall? jawabannya: kaget, gembira campur aduk ha.ha...
Mengunjungi negeri china adalah mimpi penulis sejak lama, apalagi dengan perkembangan ekonomi dan budaya kerja keras orang china membuat penulis semakin penasaran untuk berkunjung dan melihat secara dekat kehidupan di negeri china dan tentunya tempat wisatanya juga. Woow..Great Wall!! Great wall menjadi salah satu moment terpenting dalam kehidupan penulis. selain mejadi cagar budaya yang dilindungi oleh UNESCO, Great wall juga menjadi tempat favorit yang harus dikunjugi, baik oleh para pemimpin negara maupun para pengunjung biasa (termasuk penulis .ha.ha.).
Selama melakukan kunjungan ke Great wall, ada beberapa hal yang penulis perhatikan sebelum menginjakkan kaki di tangga-tangga tembok raksasa yang membentang diperbukitan china. hal-hal yang penulis maksudkan diantaranya:
  1. Pedagang kaki lima
Di china sering kita temui para pedagang kaki lima terutama di ditempat wisata, tak terkecuali di tembok raksasa china atau Great Wall. Di pintu gerbang area wisata para pedagang ini akan mendekati para mengunjung untuk menawarkan barang dagagangnya seperti topi dan pernak-pernik lainnya. Para pengunjung jangan dulu buru-buru untuk membelinya karena para pedagang kaki lima biasanya menawarkan dagagangnya dengan harga tinggi kalau kita tidak pintar nawar harga alias bargain maka  akan kehilangan uang yang seharusnya bisa digunakan untuk yang lain.

                                                            2. Tulisan Dinding


Tulisan dinding ini menunjukkan tempat salah satu bagian dari Great Wall yang disebut dengan JUYONGGUAN. Great wall-Juyongguan ini pertama kali di bangun oleh Dinasti ming antara tahun 1368-1644 dan terletak di District ChangPing. Informasi lengkap bisa dibaca di:


                                                              3. Some Messages


                                                              4. Climb the Stairs
Me and Friends
Tentunya untuk bisa mencapai puncak tembok besar china tidaklah mudah, butuh perjuangan dan semangat. Banyak peserta maupun para pengunjung yang awalnya begitu semangat untuk menaiki tangga demi tangga akhir gagal dan harus kembali. Sama halnya penulis, awalnya penasaran ingin mencoba hingga sampai puncak akhirnya harus tertahan di pemberhentian pertama karena tak mampu lagi untuk melanjutkan perjalanan ke tahap berikutnya. Kehebatan "Great Wall" bukan hanya sekedar mengali kembali pengalaman para leluhur bangsa china dalam mempertahankan wilayah dari serangan musuh. tapi lebih dari itu, great wall sebagai simbol kehebatan dan kemajuan peradaban bangsa china yang tetap dipelihara dengan baik oleh generasi penerus bangsa china.

WELCOME TO MAROBO HOT SPRING..

Marobo hot spring atau air panas Marobo cukup terkenal di kalangan masyarakat Timor Leste. mulai dari kalangan anak-anak, orang dewasa maup...