Tuesday, 30 April 2013

Kecil tapi menarik!!!!

Timor-Leste negara kecil dengan hanya berpenduduk sekitar 1 juta jiwa lebih namun banyak orang yang terpikat padanya (Ge..eR..he..he..). Salah satu sektor yang paling ramai dibicarakan akhir-akhir ini adalah sektor telekomunikasi. Setelah sekian lama masyarakat Timor-Leste menahan nafas akibat mahalnya biaya telepon, sms dan internetan yang disediakan perusahaan Timor Telecom (TT), kini saatnya untuk bisa bernafas lega karena hadirnya dua perusahaan besar Telkomcel dari Indonesia dan Viettel dari Vietnam untuk bisa berkompetisi dengan perusahaan TT dalam menyediakan layanan telekomunikasi yang murah bagi masyarakat Timor-Leste. 

Perang Iklan

Ketiga perusahaan ini, baik TT, Telkomcel maupun Viettel kini beramai-ramai melakukan berbagai macam strategi untuk bisa menarik hati masyarakat untuk bisa membeli layanan yang ditawarkan ketiga perusahaan tersebut. Salah satu diantaranya adalah melalui iklan. Beberapa papan iklan yang bermunculan di kota Dili terutama milik perusahaan Viettel dan Telkomcel sangat menarik untuk disimak selain berlatarbelakang corak warna yang berbeda sesuai ciri khas perusahaan. Namun ada satu yang tak kalah menarik adalah bahasa yang digunakanpun beraneka ragam ada yang menggunakan bahasa Tetum, inggris, Portugis maupun bahasa Indonesia. Seperti yang terlihat di foto ini:
Iklan Viettel dengan service GSM menjadi Telemor
Iklan Telkomcel
Perang Harga


Selain perang iklan yang telah penulis sebutkan di atas, salah satu hal yang paling menarik setelah dibukanya liberalisasi sektor telekomunikasi adalah perang harga. Tentunya dengan hadirnya ketiga perusahaan ini diharapkan biaya internet, telepon dan sms akan lebih murah sesuai dengan janji-janji yang tertera di papan iklan dari ketiga perusahaan ini.

Autoridade Nacional de Communicacao

Antoridade Nacional de Communicao atau disingkat dengan ANC adalah salah satu Badan Regulasi yang berfungsi untuk mengatur sektor telekomunikasi di Timor-Leste. Namun sangat disayangkan hingga kini Badan regulasi tersebut belum terbentuk padahal secara operasional kedua perusahaan baru yakni  Telkomcel dan Viettel telah beroperasi dalam membangun infrastruktur dan layanan demi bisa berkompetisi dengan perusahaan TT yang sudah sekian tahun meraup keuntungan dari sektor ini.
Masyarakat dan seluruh komponen bangsa yang ada tetap  berharap agar dalam waktu dekat bisa terbentuk ANC dengan demikian bisa memberikan perlindungan dan mengayomi para investor telekomunikasi yang telah menanamkan modalnya di bumi Loro-Sae.






4 comments:

indobrad (kopimana.com) said...

oo Viettel masuk dengan nama produknya Telemor ya? Ah tapi Telkomcel sepertinya paling pesat perkembangannya ya? *sombong dikit tak apa* =)) =))

Lov3 Timor L3st3 said...

Ya bro. cuma Viettel yang menjual produknya pake nama Timor, kalau telkomsel tidak berubah cuma s jadi C...TL jd test case buat Telkomsel apa mereka bs memberikan yg terbaik buat masyarakat TL? kita tunggu.

cahaya gemilang karoseri surabaya indonesia said...

Salam dari kami
Kami adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang http://karoseridankonstruksi.blogspot.com
Bila ada penawaran pembuatan baru khususnya karoseri truck dan unit baru jangan segan - segan untuk menghubungi kami

Troy Kenenbudi Kenenbudi said...

salam..kami adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi baja,kami melayani pembuatan gudang,lapangan futsal,gereja,dll harga kami bersaing..kami berdomisili di kupang NTT nama perusahaan kami " SING APIK STEEL CONSTRUCTION"CP : 081.138.3132 ( Troy)