Monday, 28 January 2013

Budaya pesta

semalaman aku nggak bisa tidur, bukan karena insonomia tapi karena bunyi musik dansa dan nyanyian sang artis acara pesta di tetangga sebelah. Rasa dongkol dan emosi hanya tertanam dihati sambil berharap moga acara tersebut cepat bubar. sejujurnya penulis tidak terlalu peduli dengan acara pesta tersebut. Itu adalah  hak si penyelenggara acara, yang penulis risaukan adalah suara volume musik yang begitu keras hingga terdengar sampai beberapa ratus meter dan parahnya lagi acara tersebut hingga jam 5 dini hari belum juga bubar. Sudah segitu parahnya hingga  orang sudah tidak terlalu peduli dengan lingkungan sekitar. Bukankah malam hari orang-orang seperti tetangga yang sakit, anak-anak kecil, karyawan atau pekerja butuh isitirahat yang cukup tanpa harus ikut berkorban bergadang sampai pagi dengan acara yang sejujurnya menurut penulis hanya hura-hura, pemborosan tenaga dan uang. Sudah sebegitu parahkah kepedulian sosial masyarakat Timor Leste akan sesama yang butuh ketenangan dalam mengarungi kehidupan ditengah himpitan ekonomi yang serba tidak pasti. Menyelenggarakan pesta adalah hak tiap orang, terutama  Bagi masyarakat Timor Leste pesta bukan hanya sekedar ajang pertemuan antara kedua belah pihak (penyelenggara acara dan para tamu undangan) tapi juga pesta identik dengan acara dansa.  maka jangan heran bila menghadiri acara pesta milik masyarakat Timor Leste tidak akan seru bila tidak diakhiri dengan acara dansa. Budaya pesta di Timor sudah sudah berlangsung lama sejak jaman Portugis hingga jaman kemerdekaan. Model penyajian dansa pun berbeda sesuai jaman. Masih teringat dibenak penulis ketika masih kecil kalau melihat orang dansa itu masih pakai etika dan alat musik yang digunakan pun masih sangat sederhana yakni biola, beda dengan jaman sekarang yang serba digital dengan gaya dansa yang sangat berbeda pula. Menyimak budaya pesta di Timor Leste mengingatkan penulis akan beberapa hal:

Pemborosan

Entah sadar atau tidak sadar menyelenggarakan pesta di Timor leste membutuhkan biaya yang tak sedikit mulai dari hal makanan sampai minuman. Hal ini belum termasuk biaya sewa gedung, sound system dan lain-lain yang setidaknya menjadi bahan pertimbangan bagi penyelenggara acara.

Keamanan

Salah satu masalah yang sering terjadi pada saat acara pesta digelar adalah faktor keamanan selama acara pesta berlangsung. Kadang terjadi suasana kekacauan didalam acara pesta akibat salah pengertian diantara undangan maupun minum minuman beralkohol yang melampui batas sehingga membuat si peminum menjadi mabuk dan kehilangan kontrol yang akhirnya bisa menyebabkan kekacauan didalam acara pesta.

Waktu acara perlu dibatasi

berbekal pengalaman penulis di atas setidaknya turut menjadi pertimbangan bagi pihak penyelenggara acara untuk membatasi waktu acara. Bernyanyi dan berdansa ria tanpa mempedulikan masyarakat sekitar adalah sebuah tindakan yang tidak beretika dan bermoral. Terlebih menganggu istirahat malam bagi yang sakit dan anak-anak kecil yang sepatutnya membutuhan ketenangan hidup.

Tentunya tiap masyarakat memiliki budaya berbeda-beda, begitupun dengan masyakarat Timor leste. Adalah salah kalau tidak melestarikan budaya tersebut tapi akan lebih salah lagi kalau kehadiran budaya pesta semakin memiskin masyarakat dan menganggu ketentraman umum.


6 comments:

Kraeng Francisco said...

saya sangat sependapat...kalau pemborosan saya pikir tidak jadi persoalan karena mungkin itu adalah hak milik yang bersangkutan.

berbica soal kemanan, itulah yang kita perlu mendiskusikan, karena selama saya berdomisili sementara di tanah timor sayapun sering mendapat hal yang dimaksudkan ( keributan ), hanya karena masalah sepeleh, pernyataan diatas saya berharap kita sebagai masyarakat setempat bisa menyadari, agar dijangka waktu kedepan bisa terjadi keharmonisan diantara sesama.

kemudian, Waktu acara perlu dibatasi saya pikir mungkin susah juga, sementara sudah menjadi tradisi apabila kita berbica dalam hal ini, bukankah begitu sobat? ya, memang betul dan sudah sangat jelas mengganggu, tetapi akankah kedepannya yang kita harapkan bisa seperti itu? jika tidak ada himbauan dari pemerintah setempat. saya berani berkata pemerintah harus turut bersosialisa dengan masyarakat dan mungkin itu lebih bagus untuk menyadarkan masyarakat kita kedepannya.

Terima kasih sudah membagikan pengalaman menariknya.

Salam.....

Lov3 Timor L3st3 said...

Budaya pesta di tanh Timor khususnya di TL, memang udah tradisi sejak jaman dulu dan dijaman kemerdekaan justru semakin tak terkontrol spert yg sy tuliskan di atas. Memang adalah hak tiap warga negara utk melakukan.Saya sangat setuju seperti yg bro katakan bahwa pemerintah dan para tokoh agama khusus di TL perlu bersosialisasi dan menyadrkan masyarkat akan dampak negatif budaya pesta tanpa kontrol yg selama ini terjadi.terima kash and salam sukses selalu bro.

indobrad (kopimana.com) said...

kalau sudah begitu sih, saya pikir Anda sebagai tetangga berhak utk protes. bukan dengan melarang acaranya, tapi minta kepada tuan rumah untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan agar yang lainnya tidak terganggu.

saya sendiri pernah komplain ke tetangga sebelah rumah di Bekasi yang melaksanakan pesta kawin, masalahnya teman2 si mempelai pria yang kebetulan karyawan pabrik datang di tengah malam selepas lembur dengan rombongan sekitar 20 motor. satu jalan penuh dengan motor yang suaranya memekakkan telinga, ditambah lagi dengan suara tertawa membahana para tamu sampai jam 3 pagi.

Reaksi saya, membuka pintu rumah, memasang tampang masam ke arah para tamu sambil menempelkan telunjuk ke bibir. setelah itu suasana reda, dan tak lama kemudian mereka pulang. hahaha

Lov3 Timor L3st3 said...

beda kultur kayaknya, kalau disini melarang orang berpesta pasti akan ribut karn kesadaran masyarakat akan menjaga kenangan sekitar masih sangat minim. maka alangkah baiknya kita lebih diam dan berdoa moga acara pesta cepat selesai.slam

A3L said...

kalau tidak ada persta, bukan timor namanya..., tinggal peran pemimpin agama dan pemerintah untuk menyadarkan warga-Nya.termasuk ente...blognya kok sepi berita kawan...

Lov3 Timor L3st3 said...

bisa aja loe panggil gue ente, loe pikir gue orang betawi kali.h.ehe.

WELCOME TO MAROBO HOT SPRING..

Marobo hot spring atau air panas Marobo cukup terkenal di kalangan masyarakat Timor Leste. mulai dari kalangan anak-anak, orang dewasa maup...