Skip to main content

site visit with CITS-UNMIT

Beberapa hari yg lalu penulis dan  tim dari asset management mewakili pemerintah, melakukan tugas bersama preinpection terhadap perangkat radio VHF milik UNMIT sebelum perangkat tersebut diserahkan kepada pemerintah RDTL. Tentunya untuk tulisan kali ini penulis tidak akan membahas panjang lebar mengenai nama, merek dan fungsi perangkat yang bersangkutan tapi tulisan kali ini hanya sepenggal cerita mengenai perjalanan bersama antara tim kami dan tim dari UNMIT. Perjalanan kami kali ini harus melalui jalan darat dan dengan alasan menghemat biaya, kami terpaksa harus satu mobil dengan mobil UN. Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan seharusnya kami akan berangkat menuju lokasi tepat pukul 7.30. Namun terpaksa harus molor karena teman dari bagian asset management ada masalah sedikit dengan urusan administrasi sehingga baru berangkat jam 10.00 lebih. Lokasi yang dituju ada tiga district yakni Baucau, Lopalos dan Viqueque. Pengalaman bertugas bersama staff UNMIT sudah sering penulis alami terutama dalam hal koordinasi antara bagian CITS UNMIT dan Department IT dimana penulis mengabdi. Namun pengalaman menggunakan mobil UN untuk perjalanan jauh mungkin baru kali ini penuli alami. Oleh sebab itu penulis ingin bercerita sedikit mengenai perjalanan jauh bersama mobil milik UN yang ada di Timor Leste.

CARLOG

http://www.dreamstime.com/
Sebagaimana telah diceritakan di awal tulisan, kunjungan kali ini penulis menumpang mobil UN merek toyota Hilux. Mobil ini dilengkapi fasilitas radio VHF dan sebuah perangkat tambahan yang dsebut dengan CARLOG. CARLOG akan bekerja ketika  sopir memasukan kartu yang merupai kartu ATM di mesin tersebut. Fungsi  dari CARLOG ini adalah untuk mencatat informasi seperti: kecepatan mobil, waktu dan berapa liter minyak yang dihabiskan. Apabila mobil berjalan melebihi kecepatan yang telah ditentukan maka CARLOG ini secara otomatis akan mengeluarkan alarm seakan memberitahu sang sopir untuk mengurangi kecepatan. Dan hebatnya lagi, apabila kartu tersebut hilang maka mobil tersebut tidak akan start walaupun  kunci mobil masih ada. Andaikan pemerintah RDTL mengimplementasikan CARLOG, maka jumlah kecelakaan mobil dan besarnya  biaya untuk  besin bisa dihemat.

CONDOM BOX

Perjalanan jauh dari Dili menuju Baucau district cukup melelahkan sehingga ketika di tiba kota Baucau penulis langsung menuju toilet untuk cuci muka lalu melirik di kiri-kanan toilet milik UNMIT. Secara umum ruang toilet milik UNMIT cukup bersih, terawat dan dilengkapi beberapa fasilitas seperti tissue , sabun cuci tangan dan Condom Box. Penempatan condom box di toilet memang cukup mengagetkan, karena baru pertama kali penulis melihat kotak ini di fasiliatas umum. Dag..dig..dug..rasanya penulis ingin mencoba mengambil barang sensitif di kotak ini, but for what?cukuplah penulis tahu bahwa di kantor UN ini masih banyak yang peduli akan bahaya penyakit HIV/AIDS.

Comments

Popular posts from this blog

Dia Finados atau hari para arwah..

Setiap tanggal 2 November umat katolik diseluruh dunia merayakan hari raya para arwah atau dalam bahasa Portugis dia Finados. halnya yang sama terjadi di negara Timor Leste, sebagai negara dengan penganut agama katolik terbesar momen perayaan hari para arwah sangat terasa di Timor Leste. dua hari sebelum  perayaan ini dimulai, pemerintah melalui keputusan dewan  menteri telah memutuskan tanggal 31 oktober sebagai hari tolerancia de ponto atau dalam bahasa ingris disebut dengan flexible day off bagi seluruh pengawai negeri untuk mempersiapkan diri sebelum perayaan dimulai. persiapan- persiapan yang perlu dilakukan diantaranya: Mudik ke kampung halaman Sebagian besar masyarakat Timor Leste berasal dari berbagai suku dan wilayah yang jauh dari Kota Dili. Maka momen seperti ini biasanya dimanfaat oleh masyarakat yang  tinggal di kota Dili untuk mengunjungi sanak keluarga dan melakukan proses tabur bunga bagi anggota keluarga yang dikubur di kampung halaman. Bersih...

Proses kawin adat di Timor Leste!!!!

Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara  pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...

Same-Betano

" Gambar Manufahinya gak ada ya padahal bagus lho ada pantai betano plus benteng portugisnya,pantai selihasan dan sungai karaulun tidak kalah dgn Distrik yang lain. Apalagi kalo ada cerita perjalanan dari Dilli naik ke Dare trus ke Aileu masuk ke Maubessi Ainaro bisa petik bunga edelweis di pinggir jalan (jadi ingat tahun 1991) Obrigado ba maun nia blog,gambar diak los (dari Yudis)." Ya, Ketika aku membaca komentar dari teman di atas, aku cukup merasa tersanjung..eeee..maklum belum pernah ada yang memberikan komentar buat blogku. Tapi syukur sekarang sudah mulai ada pengemar..eeee Banyak orang mengenal Timor Leste dari Sumber gas dan minyak tapi mereka lupa bahwa Timor Leste juga punya banyak sektor turism yang tidak kalah menarik dengan Bali. Beberapa sektor turism yang cukup dikenal di Timor Leste diantaranya: Pulau Jaco dan Com (lospalos), Pousada Maubessi, Pousada Baucau, Cristo Rei, Patung Paus Yoh. Paulus II tasi tolu (Dili), Kebun Kopi (Ermera), Tugu Integrasi Balibo (...