Sunday, 22 April 2012

New Friend From Papua New Guinea (PNG)

Beberapa hari yang lalu ketika sedang dalam perjalanan dengan angkot dan tanpa sengaja bertemu dengan seorang teman dari negara Papua New Guinea (PNG). Monfort Keres itulah nama teman ini, berumur 20 tahunan lebih dan kini sedang menuntut ilmu di UNIKOM Bandung. Monfort bersama teman-temannya dari PNG mendapat beasiswa dari pemerintah setempat untuk menuntut ilmu di kota Bandung selama 4 tahun.



Awalnya, pembicaraan kami agak kaku mungkin karena  baru pertama kali kenalan jadi Monfort lebih banyak diam ketika ku ajak ngobrol pakai bahasa inggris. Sebagaimana telah di ketahui bersama bahwa bahasa inggris merupakan bahasa nasional dan semua kurikulum pendidikan di PNG juga memakai bahasa inggris. Sedangkan bahasa Indonesianya masih dalam tahap belajar. Dari obrolan yang sifatnya  santai sampai ke yang agak serius misalnya sistem pendidikan, ekonomi dan politik yang sedang berlangsung di PNG. Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan dari PNG ke Indonesia sebesar$ 1.000 lebih untuk sekali perjalanan (one way). Mahalnya biaya tersebut disebabkan karena tidak adanya penerbangan langsung dari PNG ke Indonesia tapi harus transit dulu ke Singapore lalu menuju Jakarta. Monfort sebenarnya berasal dari pulau Boungainville, sebuah pulau yang letaknya terpisah dari PNG dan berdekatan dengan pulau solomon. Lihat peta di bawah ini:

http://en.wikipedia.org/wiki/Papua_New_Guinea
Menurut cerita monfort, karena letak pulau Bougainville berdekatan dengan pulau Solomon sehingga masyarakat di pulau tersebut sering menggunakan perahu untuk menyebrang secara ilegal ke pulau salomon tanpa passport atau visa. Sumber penghasil utama pulau Bougaiville adalah tambang tembaga dan hasil laut lainnya. Selain itu, dari referensi yang penulis baca di situs http://en.wikipedia.org/wiki/Bougainville_Island, pulau ini pernah di invasi oleh Jepang pada masa perang dunia ke II, tetapi dikembalikan ke Australia pada tahun 1946 dan pada tahun 1975 menjadi bagian dari Papua New Guinea. Perang sipil pecah  ketika bergabung dengan PNG, dan mendeklarasikan kemerdekaan sebanyak 2 kali yakni pada tahun 1975 dan 1990 namun akhhirnya terjadi kesepakatan damai dengan pemerintah PNG atas prakarsa pemerintah Selandia Baru pada 1997. Dengan demikian sampai sekarang pulau Bougaiville berstatus otonomi  di bawah pemerintahan PNG.  Jaraknya jauh ditambah tingginya biaya perjalanan membuat monfort bersama teman-temannya bertekad untuk tidak akan pulang ke kampung halaman sebelum menyelesaikan pendidikan di kota Bandung.
Good Success Brother..........

4 comments:

dona said...

Hi Paul! I admit I don't understand a single word without a translator! Though I also want to welcome your new friend from PNG!
Ciao from Italy to both of you! :)

Lov3 Timor L3st3 said...

Thank you Dona, I met this guy in Bandung (same city with me) and had discussed a lot of things about the situation in PNG. Thanks..

mangikawas said...
This comment has been removed by the author.
Lov3 Timor L3st3 said...

Thank you bro for visited. me also still hope that one day we can have a time and talk some interesting part about your country,specially your culture and daily life in PNG.
Again, thank you.



Paul