Thursday, 23 February 2012

Jalan ALKATERI

Pada suatu hari penulis jalan-jalan di kota Bandung atau tepat di daerah alun-alun Bandung. Melewati jalan Asia-Afrika sekitar 500 meter dari kantor pusat pos Indonesia penulis menemukan plakat nama jalan yang mirip nama mantan Perdana Menteri Timor Leste Mari Alkatiri, cuma yang membedakan adalah pada papan tertulis ALKATERI dan bukan ALKATIRI. Perbedaan keduanya hanya terletak pada huruf E dan I walaupun kedua huruf tersebut masih tergolong huruf vokal yang mana terdiri dari A,E,I,O,U.Tidak ada maksud tertentu untuk mempublikasikan photo di atas, hanya sekedar iseng dan rasa penasaran penulis untuk memphoto dan mencantumkan diblog ini. Terlebih nama Alktiri cukup dikenal di kami selaku masyarakat Timor leste yang begitu mencintai demokrasi dan saling menghargai pluralisme dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sebagai informasi tambahan, mari alkatiri adalah seorang muslim yang pernah menjadi pemimpin di negara Timor Leste yang dihuni oleh mayoritas umat katolik.

3 comments:

Oktavianus Rondonuwu said...

Nama belakang "ALKATIRI" juga banyak terdapat di daerah asal saya yaitu Manado. Mereka terkenal karena merupakan keturunan Arab yang ada di Manado. Bahkan ada salah satu dari "Marga" ini yang menjadi Anggota Dewan Kota Manado dan bahkan pernah mencalonkan diri menjadi Wakil Walikota di daerah yang berpenduduk mayoritas Kristiani. Puji Tuhan pluralitas di daerah saya tersebut juga masih terjaga dengan baik hingga saat ini. Mari Alkatiri juga adalah sosok pemimpin yang luar biasa menurut saya.

Lov3 Timor L3st3 said...

BEtul, nama alkatiri memang cukup terkenal terlebih di Timor-Leste karena mereka punya pengaruh politik hingga bisnis..ternyata marga ini juga ada di Manado ya.menerima mereka dalam komunitas kita menunjukkan nilai toleransi yang tinggi oleh komunitas dalam membangun negeri.cheers

Unknown said...

Ya benar, orang biasanya suka asal dengar, sebenarnya alkatiri tapi berubah menjadi alkateri. Nama jln di bdg ini dari diambil dari nama pedagang keturunan arab yg dulu berjualan di sekitar pecinan.