Terletak di tepi pantai Dili. Kebanyakkan acara keagamaan katholik seperti misa dan perarakan patung bunda Maria, Patung Yesus selalu menggunakan halaman disekitar Patung Lecidere. Pada saat mengunjugi lokasi, penulis melihat ada beberapa pekerja yang sedang merehabilitasi taman, lampu dan memasang kain yang berwarna warni menghiasi lokasi taman. bukan itu saja, Kehadiran penjual kelapa muda, pedagang kaki lima yang berjejer ditepi pantai semakin menambah keramain kota Dili. Memang akhir-akhir ini, pemerintah di pimpinan Xanana Gusmao sedang giat-giatnya untuk Memajukkan sektor turism di Timor Leste. Telebih kota Dili, sebagai ibu kota negara. Namun sekali lagi, perlu adanya kesadaran dari seluruh komponen masyarakat di Timor Leste untuk mejaga lingkungan yang bersih dan sehat.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...
Comments