Monday, 1 December 2008

Masalah Listrik di Timor Leste

Minggu yang lalu atau tgl 26 november 2008 penulis sempat ngobrol dengan seorang direktor dari perusahaan manitoba yang mengelola management kelistrikian di Timor Leste. Dari obrolan dengan salah satu Terungkap bahwa masalah EDTL bukan hanya masalah teknis tapi juga masalah dukungan politik dari pemerintah. Seingat penulis ketika kerusuhan 2006 masih berkorbar, Ramos Horta memberi komentar di TVTL bahwa karena masalah ekonomi, sosial dan juga trauma perang yang berkepanjangan maka pemerintah bisa memahami akan adanya "ilegal connection for electricity" yang dilakukan oleh masyarakat.

Sudah sering kita dengar keluhan masyarakat yang berdomisili di kota dili tentang listrik mati-hidup kalau pake istilah Partai oposisi diparlemen "AMP" Ahi Mate Permanente atau Ahi Moris Pisca-pisca, seakan menyadarkan kepada kita bahwa masalah listrik menjadi persoalan utama yang perlu dicari solusinya.Sejak kemerdekaan Timor Leste melalui referendum pada tanggal 20 mei 2000 pemerintahaan Fretelin memploklamirkan beberapa program yang menjadi prioritas di negeri ini, diantaranya adalah: pendidikan, kesehatan dan pertaniaan. hanya masyarakat Timor lestelah yang bisa menjawab akan Kesuksesan ataupun kegagalan dari pemerintah lama atau pemerintah bentukan partai fretelin. Seiring pergantian kepala pemerintahaan dari jaman Mari alkatiri, Ramos Horta hingga Xanana gusmao persoalan kelistrikan belum juga terjawab.Pemerintah AMP dibahwa pimpinan Xanana gusmao telah melakukan berbagai terobosan untuk masalah kelistrikan diantara dengan penandatangan MoU dengan salah satu perusahaan dari China yang akan membangun pusat pembangkit tenaga listrik di wilayah Manatuto dimana kemungkinan realisasinya di tahun 2009. Persoalan kelistrikan kian hari kian merumit, bahkan ada kecenderungan menyalahkah satu sama lain. Hal itu terlihat dari beberapa komentar Presiden RDTL yang mengacam akan memutuskan kontrak dengan perusahaan manitoba karena perusahaan yang bersangkutan tidak memberi pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat Timor Leste. Dari pihak EDTL juga mengkwatirkan apabila terjadi pemutusan kontrak sepihak maka perusahaan yang bersangkutan akan mengugat pemerintah RDTL karena dianggap melanggar perjanjian kontrak.Di sisi lain pihak perusahaan manitobapun menyalakan pemerintah karena tidak adanya aturan ketat mengenai pelistrikan diantaranya bagaimana mengatur kasus pemasangan listrik ilegal di kota dili ini. Perusahaan manitoba kalau dilihat pemaparan salah satu direktor ini, menyatakan bahwa dari perusahaan manitoba hanya mempunyai karyawan sebanyak 5 orang itupun hanya pada level manager. Jadi inti dari persoalan kelistrikan di Timor leste adalah Pemerintah melalui EDTL melakukan proses tender international dimana dimenangkan oleh perusahaan manitoba untuk dan hanya diberi wewenang untuk membenahi sistem kerja EDTL alias membenahi management EDTL sedangkan operasional tetap dibebankan kepada pemerintah. Pada tanggal 10-12-2008 presiden Ramos horta menyampaikan pidato di depan anggota parlemen mengalami kejadian yang cukup memalukan, listrik mati tiba-tiba.Dan yang lebih menyedihkan adalah komentar Menteri sekretaris negara urusan kelistrikan yang menyatakan bahwa padamnya listrik di ibu kota negara dan kantor parlement nasional adalah sesuatu yang normal. menurut penilain penulis itu merupakan Sebuah jawaban frustasi dan ketidakberdayaan dari seorang pejabat negara yang mengurusi kelistrikan. Cerita-cerita yang mengelikan mengenai kelistrikan belum selesai. Pada hari jumat 9-1-2009 di Channel TVTL diadakan dialog interaktif bertema masalah kelistrikan di Timor Leste yang mana sebagai nara sumbernya adalah Menteri Sekretaris Negara urusan kelistrikan dan Mantan Menteri Telekomunikasi dan sekarang sebagai anggota parlamenen dari partai oposisi Inacio Moreira.

Berwajah serius dan terkesan agak tegang, Pak Sekretaris Negara berusaha memaparkan persoalan kelistrikan yang sedang dihadapi oleh negara Timor Leste dari sudut teknik maupun dari sudut managemen.Menurut pendapat penulis model perdebatan ini tidak akan menyelesaikan masalah karena perdebatan model ini hanya akan meciptakan konfrontatif di kedua belah pihak. Pemerintahan dibawah Xanana Gusmao berusaha menjawab persoalan kelistrikan di negeri ini dengan membangun pusat tenaga listrik di District Manatuto yang mengunakan bahan baku oli bekas. Dan menurut informasi yang beredar perusahaan dari China yang akan membangun pusat listrik tersebut. Ini juga tetap memenuhi hambatan karena masih terjadi pro-kontra antara partai oposisi dan NGOs. menurut pihak oposisi dan NGOs dalam dampak lingkungan dan dampak terhadap kesehatan masyarakat di area sekitarnya akan lebih parah bila membangun pusat kelistrikan berbahan baku oli bekas.
Terlepas dari pro-kontra persoalan listrik di negeri alangkah baik EDTL melakukan berbagai terobosan yang perlu untuk membenahi sistem kelistrikan negara ini diantara :
1. Perlu membuat undang-undang yang mengatur kelistrrikan.
2. Merevisi ulang status kontrak perusahan manitoba.
3. SLA (Service Level Agreement) dari perusahan manitoba
4. Capacity building
5. Mencari energi alternatif yang murah dan tidak berdampak negatif terhadap lingkungan.

No comments:

WELCOME TO MAROBO HOT SPRING..

Marobo hot spring atau air panas Marobo cukup terkenal di kalangan masyarakat Timor Leste. mulai dari kalangan anak-anak, orang dewasa maup...