Thursday, 9 August 2012

Berlibur ke Sari Arter

Hari minggu yang lalu, penulis diajak teman bersama keluarganya untuk berlibur ke taman wisata Sari Ater Bandung atau persisnya terletak di kota Subang. Sebelumnya penulis sudah melakukan kunjungan ke tempat ini, cuma waktu sudah sangat lama yakni sekitar tahun 1998an. Jadi ini merupakan kunjungan yang kedua ke taman wisata Sari Arter. Sepanjang perjalanan banyak sekali terjadi obrolan yang menarik, mulai dari obrolan mengenai indahnya hamparan kebun teh yang kami temui di sepanjang jalan  Tangkubang Perahu dan sekitarnya hingga obrolan serius mengenai situasi perkembang perpolitikan di Timor Leste. Bagi para pembaca yang mungkin pernah berkunjung ke Sari ater tentu punya pengalaman yang menarik dan patut untuk diceritakan bagi yang hendak berkunjung ke tempat ini. Begitu juga dengan penulis, walau sudah pernah berkunjung, Sari ater tetap memberi kesan tersendiri di benak penulis untuk di ceritakan di blog ini.

Tiket
Untuk menikmati fasilitas yang ada di tempat wisata Sari Ater, para pengunjung akan dikenakan biaya masuk sekitar 15 ribu perorang dan biaya tersebut belum termasuk biaya parkiran.

Air Panas
Tempat pemandian air panas Sari Ater terdiri dari beberapa kolam mulai dari yang ukuran anak-anak hingga untuk orang dewasa. Untuk bisa menikmati fasilitas ini para pengunjung akan dikenakan biaya Rp.35.000 dan kalau mau yang lebih private bisa pilih yang Rp.45.000.

Massages
Selain menikmati fasilitas kolam renang berair panas, bagi para tamu yang kelelahan akibat perjalanan jauh bisa menikmati layanan pijat yang di kenakan biaya Rp.45.000 selama 45 menit.

Restoran dan minimarket
Bagi para tamu yang hobi makan dan belanja, bisa meluangkan waktu untuk berbelanja berbagai souvenir (baju, pakaian renang, dll) sambil menikmati hidangan yang disediakan para pemilik restoran di sekitar area.

Larangan
Sebagai teman wisata berair panas, pihak pengelola melakukan berbagai macam cara menarik para wisatawan untuk mengunjugi tempat ini. Selain beberapa fasilitas yang telah penulis sebutkan di atas, ada juga beberapa larangan yang tetap harus dipatuhi oleh para pengunjung diantaranya:
Dilarang merokok disekitar kolam renang, dilarang membuang sampah sembarang, dilarangn mandi berlama-lama dikolam bagi para penderita jantung, asma dan lever serta larangan lainnya.

Setelah berpuas ria dikolam renang air panas Sari ater, sambil beristirahat sejenak, pikiran penulis menerawan ke bumi Timor Leste terutama ke hot water spring Marobo distrik Maliana. Walau penulis sendiri belum mengunjungi tempat tersebut, namun dari referensi yang penulis dapat dari blog http://barrygreville-eyres.blogspot.com/ Memperlihat beberapa foto seperti yang terlihat di bawah ini:

source:  http://barrygreville-eyres.blogspot.com/
source:  http://barrygreville-eyres.blogspot.com/


Dilihat sekilas bila dibandingkan dengan Taman wisata Sari Ater, Taman wisata Marobo milik kebanggaan masyarakat Timor Leste masih kalah jauh dibanding Sari ater. Terutama dalam hal managemen dan penataan taman wisata marobo untuk bisa menarik para wisatawan lokal maupun luar negeri. Penulis berharap semoga para pengambil kebijakan di Timor Leste mulai memikirkan bagaimana memajukan dan melestarikan sektor  wisata yang tersebar di berbagai distrik  agar para wisatawan tertarik untuk mengunjunginya.
.

4 comments:

Barry Greville-Eyres said...

Hi Paul, I think its fantastic that you are blogging and promoting your wonderful country at the same time - well done and keep up the good work!! Regards, Barry

Lov3 Timor L3st3 said...

Thanks Barry for visited. Every Timorenses people's has obligation to promote this tiny country through blogging or online media.I believe that people who have visited this country has special experiences as you did in your blog.Nice to meet you and keep in touch.paul

VDITYV PRVYOGV said...

Halo.. Great Blog, BTW visit to Timor Leste Travel

Lov3 Timor L3st3 said...

thanks for giving a comments..