Aku punya teman seorang pemilik usaha travel di kota Bandung. Aku kenal dia dari temanku yang kebetulan sering menggunakan jasa travel ini. Awalnya semua berjalan lancar, kalau aku mau pulang liburan atau hendak kembali ke bandung sering aku membeli tiket di tempat teman ini. Cuma karena satu kejadian aku akhirnya mengambil keputusan untuk tidak akan memakai jasa travel ini lagi. Aku merasa betul-betul dikecewakan, dibohongi dan terkesan dikerjiin sama teman pemilik travel ini. Setelah lama tak saling kontak tiba-tiba dua hari yang lalu teman tersebut mengontak aku kembali. Aku betul-betul masih kecewa dengan teman ini, sehingga saat panggilan tersebut masuk ke no HPku, aku tidak menjawabnya dan sengaja kubiarkan HP terus berdering hingga panggilan terputus. Kejadian hari pertama itu berlalu, akupun tidak berinisiatif untuk menelpon balik teman itu lagi karena masih ada perasaan di sakiti dan dikecewakan. Namun pada hari kedua teman itu menelpon aku lagi. Sama seperti kejadian di hari pertama, aku tidak berniat untuk menjawab panggilannya, dan kubiarkan HP terus berdering hingga terputus. Setelah itu aku mulai mikir kenapa orang tersebut menelepon aku dua hari berturut-turut? apakah dia tidak sadar bahwa kelakuannya pernahkan mengecewakan aku? atau dia sekedar menelpon aku hanya untuk meminta maaf?.Semakin banyak muncul pertanyaan dihati semakin aku tak sabar untuk menelpon balik teman ini. Sejujurnya aku berat hati untuk berhubungan dengan orang ini lagi, tetapi karena berbagai macam pertimbangan akhirnya ku putuskan untuk menelpon balik orang ini. Aku berusaha untuk memaafkannya meski pernah disakiti dan dikecewakan. Saat ku telpon balik, ternyata dia langsung mematikan panggilanku, tapi tak lama kemudian dia langsung telepon balik ke aku. Hello Bang, abang masih marah ya sama aku? lalu kujawab: " aku tidak marah sama kamu, kejadian yang lalu biarlah berlalu. Lalu dia menjawab: " Sorry bang aku jadi ngak enak sama abang". Tidak apa-apa, anggap saja angin lalu" kataku pada teman ini. Setelah cerita-cerita, ternyata dia ada masalah dengan temanku yang menurutku sebenarnya bukan masalah serius tapi bagi teman ini masalahnya tersebut cukup serius dan rumit, dia betul-betul membutuhkan bantuanku untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya. Anehnya, kejadian yang dialami oleh teman ini ternyata mirip seperti yang dia lakukan kepadaku. Apakah itu pembalasan dari Tuhan? aku tidak tahu. Perasaan hati yang awalnya benci dan kecewa akhir jadi prihatin ketika mendengar masalah yang sedang dihadapinya. Aku berjanji padanya, aku akan berusaha untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya walaupun aku sendiri pernah dikecewakannya.
" Gambar Manufahinya gak ada ya padahal bagus lho ada pantai betano plus benteng portugisnya,pantai selihasan dan sungai karaulun tidak kalah dgn Distrik yang lain. Apalagi kalo ada cerita perjalanan dari Dilli naik ke Dare trus ke Aileu masuk ke Maubessi Ainaro bisa petik bunga edelweis di pinggir jalan (jadi ingat tahun 1991) Obrigado ba maun nia blog,gambar diak los (dari Yudis)." Ya, Ketika aku membaca komentar dari teman di atas, aku cukup merasa tersanjung..eeee..maklum belum pernah ada yang memberikan komentar buat blogku. Tapi syukur sekarang sudah mulai ada pengemar..eeee Banyak orang mengenal Timor Leste dari Sumber gas dan minyak tapi mereka lupa bahwa Timor Leste juga punya banyak sektor turism yang tidak kalah menarik dengan Bali. Beberapa sektor turism yang cukup dikenal di Timor Leste diantaranya: Pulau Jaco dan Com (lospalos), Pousada Maubessi, Pousada Baucau, Cristo Rei, Patung Paus Yoh. Paulus II tasi tolu (Dili), Kebun Kopi (Ermera), Tugu Integrasi Balibo (...
Comments