Tuesday, 9 August 2011

Transportasi publik di kota Dili

Yah itulah Timor leste saat ini yang mana mengalami kemacetan yang luar biasa,kota Dili yang di penuhi dengan bermacam-macam kendaraan, sampai membuat kemacetan tapi sayangnya bt Qta2 masyarakat biasa dan pelajar masih sangat kesulitan karena harus menunggu angkutan umum sampai berjam-jam,kdang membt Qta terlambat.jd dalam hal ini apakah kemacetan di sebabkan karena kendaraan yang sudah begitu bnyk dan sempitnya jalan raya atau karena adanya bnyk kerusakan jalan raya. Inilah komentar salah seorang pengunjung di blog ini yang mengomentari tulisan penulis di  http://ossu-gimata.blogspot.com/2010/05/suasana-kota-dili.html?showComment=1312877872155#c3595680776477821773
Ketika membaca komentar di atas seakan menyadarkan penulis untuk berbagi pengalaman ketika menghadapi masalah yang sama seperti yang di alami pengunjung di atas. Memang harus di akui, kota Dili sebagai ibu kota negara Timor Leste pasti tidak akan bisa menghindar dari masalah kemacetan lalulintas. Hal ini disebabkan kebutuhan manusia akan transportasi baik motor  maupun mobil tiap tahun terus meningkat di kota Dili. Ironisnya hal ini tidak di barengi dengan perluasan jalan yang memadai sehingga terjadi kemacetan terlebih di jam-jam sibuk. Selain masalah kemacetan, Kota Dili juga dihadapkan pada masalah kurang tersedianya sarana transportasi publik bagi masyarakat maupun bagi para pelajar. Sarana transportasi publik yang ada di Kota seperti taxi dan angkutan umum ( microlet) belum bisa menjawab keluhan masyarakat akan transportasi yang murah dan terjangkau. Contoh untuk naik taxi di kota Dili seorang penumpang harus membayar $1 sampai $2 lebih, sehingga kebanyakan masyarakat biasa dan anak sekolah lebih memilih naik angkot daripada harus naik taxi. Sama seperti masalah kemacetan, permintaan akan sarana transportasi publik yang murah tiap tahun terus meningkat tapi tidak di barengi dengan ketersediaan sarana transportasi publik. Banyak anak sekolah yang harus berjalan dari rumah ke sekolah karena susah mendapat angkot. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah melalui departament transportasi darat bisa menyediakan beberapa bis misalnya untuk jalur becora disediakan 2 bis, jalur komoro 2 bis. Di harapkan dengan adanya keterlibatan pemerintah dalam menyediakan sarana transportasi publik yang murah dapat menjawab keluhan masyarakat seperti di alami pemberi comment di atas.

No comments: