Tuesday, 27 July 2010

Penjual jeruk

 Dalam foto ini, tampak seorang penjual jeruk sedang sebuk menjajakan dagangan di sekitar kota Dili. Aktivitas semacam ini, cukup sering kita temui di Timor Leste. Banyak keluarga kurang mampu baik orang tua, muda-mudi maupun anak-anak terpaksa harus berdagang kecil-kecilan  untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hal ini sangat bertolak belakang dengan komentar Deputi Menteri Ekonomi Timor Leste Cristiano da Costa yang menyatakan bahwa tahun 2010 Timor Leste mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 12%. Data ini menurut penulis belum  cukup untuk mengambarkan situasi ekonomi masyarakat Timor Leste secara keseluruhan. Di alam kemerdekaan ini, khususnya di kota Dili, Masyarakat  Timor Leste seakan tidak mampu untuk bersaing dengan para pebisnis dari Cina, Australia, Malaysia, Singapur, Portugal, Indonesia ataupun negara lain. Hampir seluruh pusat bisnis di Timor Leste telah dikuasai oleh para pebisnis dari negara yang penulis telah disebutkan di atas. Selain karena minimnya modal usaha, masyarakat juga tidak terbiasa berdagang atau kurang mendapat pelatihan bagaimana menjalankan sebuah bisnis seperti kebanyakan para pedagang dari negeri cina. Maka sangat penting bagi pemerintah Timor Leste untuk tetap memberi suport bagi para pejual jeruk, sayur dan lain-lain agar dikemudian hari mereka sudah punya bekal yang cukup dalam memajukan dunia usaha di Timor Leste.

2 comments:

DESS said...

Mula2 secara kecil-kecilan. Nanti, kalau serius, boleh export jeruk ke Singapur dan Indonesia...
harus tekun dan berwawasan...

Lov3 Timor L3st3 said...

Thank you..Mr. Dess..i thought i can't speak and indonesia language.eeee