Tuesday, 20 April 2010

perjalanan hidupku di kota bandung

hebat? sudah jadi orang sukses, tapi ingat semakin tinggi sebuah pohon semakin mudah roboh! tetap andalkan Tuhan dalam hidupmu kawan!

Itulah sepenggal kalimat yangdiutarakan oleh temanku di bandung ketika dia melihat aktifitas FBku selama penyelenggaraan kegiatan UNAPCICT di Delta Nova Comoro dili dari tanggal 6-9 April 2010. Ketika aku membaca komentarnya, aku sempat kaget bahkan tak menyadari bahwa pemasangan photo di FB telah menimbulkan sebuah kesan bahwa paul yang dia kenal dulu, kini telah berubah. Padahal dalam kenyataannya tidak seperti yang dibayangkan oleh temanku ini. Ketika masih kuliah di Bandung tahun 1995 sampai dengan tahun 2000 banyak pengalaman manis dan pahit telah aku alami di kota Bandung terutama dengan temanku yang satu ini. Namanya Andrianus pasasa biasa kami memangilnya andri atau teton berasal dari tanah toraja-Sulawesi selatan. Dia adalah teman seperjuangan ku ketika sama-sama aktif di KMK (Kaum Muda Katolik) salah satu unit kegiatan di kampus ST.Inten Bandung. Kalau tidak salah sekitar tahun 1997 aku terpilih jadi ketua KMK. Awalnya aku sempat grogi mau diapakan KMK ini, namun karena dukungan teman-teman termasuk Andri membuat aku semakin berani untuk memimpin kegiatan KMK. Oh ya..selain aktif di KMK aku juga aktif di kegiatan Legio Marie di Gereja Boromeus. Nama dari Legioku adalah Ratu Pencinta Damai (RPD). Di Legio ini kami dipimpin oleh Sr. Franchine CB (“terima kasih mami atas segala bantuan dan dukunganmu selama aku dalam pelarian mencari perlindungan”) Tugas pokok dari Legio ini adalah mengunjungi dan mendoakan orang sakit, orang yang dipenjara, Wiyataguna, dan panti jompo. Jadi disela-sela kesibukan kuliah aku sempatkan diri untuk aktif di kegiatan yang telah disebutkan di atas. Menceritakan kembali kisah hidupku dibandung seakan mengingatkan aku akan kebaikan seluruh orang yang pernah menolong, memberi support dan menampung aku dikala aku kehilangan kontak dan berhentinya kiriman duit dari orang tua pada tahun 1999 karena peristiwa kekacaun dibumi Timor lorosae akibat jajak pendapat yang dimenangkan oleh prokemerdekaan.

Terima kasih” Mami Franchine, CB. Ketika hidupku dalam ketidak pastian engkau hadir menolong aku. Engaku begitu perhatian,hingga mencarikan kerja untukku”

Terima kasih” Ci Elsye” Aku mengenalmu melalui “mami” franchine, CB. Ketika aku bekerja di toko King Gifts&Books, engkau membiayai aku untuk ikut kursus komputer di LIKMI dekat RS Boromeus selama 3 bulan. Perhatianmu, pengorbananmu, dan kepedulian terhadap sesama membuat aku sadar bahwa hidup itu perlu berbagi.

Terima kasih Bapak Peter Hidayat” Aku mengenalmu lewat ko Hardy dan andri di CCM. Sebuah pengalaman yang tak akan aku lupakan adalah waktu kita syuting kesaksian Bapak James Ryadi di gereja hok im tong. Penasaran mau lihat hasil syutingnya tapi aku ke buru pulang ke Timor Leste.

Terima kasih, Ibu Ineke “ atas kebaikanmu sehingga aku bisa bekerja di kantor notaris walau hanya part time”.

Untuk teman-teman KMK, Legio Marie Boromeus, Teman kampus, Pak iksal rahman,  Bapak kost, Teman kost Sukasari II no.282, Keluarga Flores di Bandung dan semua orang yang pernah bertemu, memberi support dan bantuan dikala aku dalam kesusahaan.. aku ucapkan terima kasih banyak. Terima kasih Tuhan atas anugerah yang kau berikan kepadaku lewat orang-orang yang kau cintai. Lindungilah mereka Tuhan dimanapun mereka berada. Amin.

No comments:

WELCOME TO MAROBO HOT SPRING..

Marobo hot spring atau air panas Marobo cukup terkenal di kalangan masyarakat Timor Leste. mulai dari kalangan anak-anak, orang dewasa maup...