Friday, 15 January 2010

Peletakan batu pertama pembangunan Heavy oil plant di Hera Timor Leste


Heavy oil plant adalah sebuah pusat pembangkit tenaga listrik berbahan baku oli bekas yang hari ini tanggal 15 januari 2010 dilakukan peletakkan batu pertama oleh president Timor Leste Dr. Jose Ramos Horta dan dihari oleh Perdana menteri Xanana Gusmao, Ketua parlemen Fernando Lasama, menteri, sekretaris menteri, anggota parlemen serta tamu undangan lainnya. Proyek ini dimenangkan oleh perusahaan China Nuclear Industri 22nd (CNI22) Construction Co.LTD dan sebagai supervisi akan dilakukan oleh perusahaan dari Italy Electroconsult&Bonificias P.A. Joint Venture. Sesuai informasi yang diperoleh penulis diperkirakan proyek ini akan selesai akhir tahun 2011. Pusat pembangkit listrik itu akan dibangun di dua tempat yakani di Hera (Dili) dengan kapasitas 120MW dan di Betano (same) dengan kapasitas 130MW total 250MW. Sedangkan untuk kota Dili dan sekitar akan disuply sebesar 64MW. Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa proses awal pembangunan proyek di Hera ini memenuhi beberapa kendala diantara:  Adanya protes dari berbagai pihak baik itu dari masyarakat Hera sendiri, maupun dari partai Oposisi (fretilin) dan LSM. Kekuatiran dan perhatian yang begitu serius dari masyarakat Hera, LSM dan partai oposisi adalah "dampak negatif  dari Heavy Oil Project" ini terhadap lingkungan hidup disekitarnya. dikalangan masyarakat Hera sendiri sudah beredar isu bahwa apabila proyek jadi dilaksanakan maka sebagian masyarakat Hera akan kena dampak penyakit "kanker otak" dan sebagainya. Karena rasa penasaran dan rasa ingin tahu penulis langsung menyanyakan isu tersebut ke seorang engineer lokal yang ikut terlibat dalam proyek ini. Menurut penuturannya,  dampak negatif dari proyek adalah: Pemanasan, Polusi udara dan getaran. Namun lanjut dia, kekuatiran itu tidak perlu dilebih-lebihkan karena teknologi yang dipakai dalam proyek ini adalah yang terbaru dan asap yang keluar juga sudah disaring sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan masyarakat. Terlepas dari pro-kontra, pemerintah dibawa pimpinan Xanana Gusmao tetap melanjutkan proyek ini. Masalah listrik adalah masalah nasional. Dikota Dili masyarakat sering mengeluh dan protes karena listrik sering mati-hidup.Perusahaan manitoba dari Canada yang memenangkan tender pengelolahan listrik negara (EDTL) tidak bisa menyelesaikan masalah, maka sebagaimana dalam kata sambutan president Ramos Horta bahwa kita tetap mendukung penuh project ini agar di akhir tahun 2011 seluruh masyarakat di 13 distrik bisa menikmati listrik menyala 24 jam.

No comments:

WELCOME TO MAROBO HOT SPRING..

Marobo hot spring atau air panas Marobo cukup terkenal di kalangan masyarakat Timor Leste. mulai dari kalangan anak-anak, orang dewasa maup...