Friday, 18 December 2009

Biara Carmel Kontemplatif Hera

Mengeluh, marah, rasa tak sabar, panik, dan gundah campur aduk ketika mau antri ambil duit di Bank Mandiri cabang Dili-Timor Leste. Sistem komputer error. Kuperhatikan wajah orang-orang disekelilingiku ada yang senyum, mengomel, dan juga ada yang terpaksa keluar dari barisan karena tidak sabar untuk menunggu. Pengalaman yang kualami dibank Mandiri kali ini adalah yang kedua selama aku menjadi nasabah bank Mandiri di Timor Leste. Kupikir-pikir kayaknya hari ini menrupakan hari yang kurang bersahabat buatku. Sistem komputer bank error, Hujan lebat sepanjang malam hingga pagi hari. Sambil menunggu dan menuggu kuambil HPku sambil SMS ke istri" sistem komputer bank error. Masih antri moga cepet baik dan ambil duit lalu kita makan bakso solo. Maklum sebelum berangkat kerja aku sudah janji bahwa hari ini aku akan ajak keluarga kecil makan bakso Solo di kampung Alor. Tapi janji tinggal janji hingga pukul 11.30 belum ada perkembangan. Selain harus antri ambil duit karena aku betul-betul membutuhkannya, juga tadi pagi aku dapat SMS dari Suster di Hera bahwa biara mereka kena banjir jam 5 dini hari  dan mereka harus menyelamatkan barang-barang yang tersisa ke Kapel biara yang kondisinya sudah mulai keropos. "kami turut prihatin atas musibah yang menimpah biara Hera. Apa yang bisa kami bantu"?. Selamat ulang tahun buat Sr. Imma. itulah sepenggal kalimat yang kutulis dalam sms balasanku kepada suster di Hera. Tak lama kemudian suster membalas smsku" sebenarnya banjir sudah mulai masuk ke biara sejak jam 2 dini hari namun, kami baru sadar ketika jarum jam menunjukkan pukul 5 pagi. Tolong bantu saya pulsa biar saya bisa sms ke para pembesar negeri ini. Aku cukup kenal baik kondisi biara para suster karmel kontemplatif Hera. Selain pernah mengungsi dan tinggal di biara itu selama hampir 3 bulan waktu krisis 2006 juga  ada saudaraku yang jadi suster di karmel kontemplatif Hera. Kondisi biara cukup memprihatinkan; atap, plafon, lantai dan dinding bangunan sudah mulai rusak. Menurut info dari suster badai banjir yang mereka alami kali ini adalah yang kedua. Berbagai macam usaha dan proposal bantuan dana ke pemerintah, NGO local dan Internasional telah disebarkan namun hingga kini belum begitu nampak. Kondisi banjir yang para suster alami kali semakin menambah beban hidup kerasulan para suster karmel kontemplatif hera. Adakah yang tergerak hatinya untuk membantu?. Bagi para pembaca maupun teman2 yang berniat membantu silahkan kontak langsung dengan suster Immaculata (+670 7380107) atau Sr. Redempta (+670 7234508).

No comments:

WELCOME TO MAROBO HOT SPRING..

Marobo hot spring atau air panas Marobo cukup terkenal di kalangan masyarakat Timor Leste. mulai dari kalangan anak-anak, orang dewasa maup...