Pagi ini, penulis dan para nasabah lainnya bermaksud mengambil uang di Bank Mandiri cabang Timor Leste. Menurut penuturan seorang petugas security; biasanya Bank Mandiri cabang Dili buka sekitar jam 8. 45 waktu Timor Leste. Tak lama kemudian muncul seorang petugas security yang lain muncul dari belakang gedung, menyatakan bahwa keterlambatan jam buka kantor Bank Mandiri diakibatkan karena system IT error. Setelah sekian lama menunggu, sekitar jam 9.30 pintu masuk ke Bank Mandiri dibuka dan para nasabah diperbolehkan untuk melakukan transaksi. Kejadian ini, merupakan yang kedua kalinya penulis alami di Bank Mandiri cabang Dili. Selain sebagai tempat simpan-pinjam uang masyarakat Timor Teste, bank-bank yang bertebaran di Timor Leste: Bank Mandiri, BPA, BNU, ANZ dan Western Union dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabah yang menabung uang dibank-bank yang penulis telah sebutkan diatas.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...

Comments