Skip to main content

Posts

3rd Years Anniversary TELEMOR just launched new Service Called "Telemor Wifi internet Connection"

August 22, 2015 is important day for  TELEMOR Company in Timor-Leste. Because on that day TELEMOR got License from the Government  to be one of the competitor for Telecommunication operator in this country. As shown on slide presentation indicated that after years operation in this country, TELEMOR Company have reached more than 550.000 customers in this year. This is means  a half of total population in this country already use TELEMOR services. Currently TELEMOR utilize four (4) satellite for international gateway which pointed to Singapore, Vietnam and Australia. TELEMOR also provided many sales point in every corner in Dili and Districts.   As one of the biggest Telecommunication in Timor-Leste, Telemor not only provide better services for their customer but also empowering local staff via transfer knowledge and skill in various areas in telecommunication sector. For this year Report Telemor already recruited more than 350 employee and this number can ...

SAIDA MAK ITA BELE APRENDE HUSI DESENVOLVIMENTU EKONOMI KOREA DO SUL?

Historia nasaun korea do sul kuaze hanesan ho timor-leste. iha Tinan 1910 nasaun japaun ukun korea. iha tinan 1945 korea sai hanesan nasaun indenpendesia. iha tinan 1945 nasaun korea fahe ba 2 south no north. norte korea uja sistema komunista no south korea uja sistema demokrasia. iha tinan 1945-1948 korea iha governasaun militar amerika. no iha tinan 1948 sai hanesan tempo halo stabilisamento nasaun korea. Funu korea husi tinan 1950 too 1953 neé halo Korea do sul sai hanesan nasaun fraku liu iha mundu. la iha rekursu naturais, limitadu rekursu humanu no povu  moris iha susar nia laran. Nasaun korea do sul sai hanesan nasaun nebe depende deit ajuda (foreign aid) husi nasaun seluk hanesan amerika, japan,  no seluk tan. Eperiensa ida neé hanesan los esperiensa nasaun timor-leste wainhira foin ukun an.  basea dadus nebe iha iha tinan 1950 ba leten ema korea nia income $63, iha tinan 1970 ema Korea do sul nia income saé ba $ 1.000 no iha tinan 2000 saé ba $ 20.000. dadus n...

KOICA: Technology and Policy for Asian Countries 2015

On march 25, 4  participants from Timor-Leste came to Korea to attended "Technology and Policy for Asian Countries 2015 which sponsored by KOICA. Total number of participants is 16 person consist of 4 countries: Timor-Leste, Philippine, Bangladesh and Pakistan. This training has been held since 2013 and our groups is the last participants who participate this program for this year. Almost three weeks started from march 26-April 15, we have learned very valuable topic such as: Technology and policy, technology and commercialization, Establishment of Korea Techno Park, Research and Development, Government Research  Institute and also technology standardization. This training course proved to be a more comprehensive experience than I expected. Most of the lecturer came from Government Research Institute such as: STEPI, KAIST, Techno Park and other relevant institute that really focus on Research and Development for Government and also...

pengalaman ke Korea

Hampir 3 minggu mengikuti training di Korea, ada begitu banyak kesan yang penulis alami diantaranya berkenalan dengan teman baru dari negara lain misalnya: Pakistan, Philippina, dan Bangladesh. Selain berkenalan dengan teman dari negara lain, penulis juga bersempatan melihat secara dekat bagaimana kemajuan negara korea dari perspektif kemajuan teknologi.  Sebagaimana dengan pengalaman negara lain. Negeri Korea ini sebenarnya punya pengalaman yang hampir sama dengan negara lain di awal terlebih di awal berakhirnya perang korea tahun 1953. Masyarakat korea hidup dalam kemiskinan, tidak tersedianya sumber daya alam, dan kekurangan sumber daya manusia. Namun dibawah kepimpinan diktator presiden Park Chung Hee, negara korea mampu bangkit dan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Dijaman kepimpinan presiden Park, tidak ada istilah multipartai, karena baginya untuk membangun negara, yang sangat dibutuhkan adalah seorang diktator yang baik yang mampu mendorong refor...

GARAM ASLI DARI TIMOR LESTE

Ketika menulis tulisan ini penulis sebenarnya agak bingung mau kasih judul apa? Tapi karena konten dari blog ini adalah untuk mempromosikan kekayaan yang terdapat di bumi Timor-Leste maka hal-hal yang berhubungan dengan natural resources penulis berkewajiban untuk menulisnya. Garam Asli dari Timor-Leste itulah judul topik kali ini. Garam merupakan salah satu produk yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, terutama bagi ibu-ibu yang suka memasak tentunya sayur tanpa garam akan hambar rasanya. Di Timor-Leste ada beberapa tempat yang sering digunakan untuk pengelolahan garam misalnya di Casait (liquisa), Atabae (Maliana) dan Laga (Baucau). Pengelolahan garam ditempat yang telah penuliskan masih tergolong sangat sederhana alias belum ada sentuhan teknologi. Menurut cerita yang penulis dengar, masyarakat disekitar di casait (Liquisa) dan Maliana biasanya mengambil air laut lalu dimasak dan diolah sedemikian rupa hingga menghasilkan garam asli (tak beryodium) atau dalam bahasa tetum...

Brasil...Tim kesayanganku yang malang...............

Seumur-umur baru kali ini penulis menyaksikan kekalahan yang sangat menyakitkan dan memalukan bagi tim sehebat tim brasil. Memang dalam sebuah pertandingan olahraga selalu ada yang menang dan kalah, begitupun yang terjadi diajang World Cup 2014 di Brasil. Banyak tim-tim hebat seperti spanyol, Ingris, dan Portugal berguguran dan harus angkat koper kembali ke negaranya. Hanya tersisa empat tim yakni Brasil, German, Argentina dan Belanda yang berhasil memasuki babak semifinal untuk merebutkan World Cup 2014. Tim sepak bola Brasil selalu menjadi menjadi perhatian bagi para pencinta sepak bola, terlebih di ajang sebesar world Cup 2014. Sebagai tim tuan rumah, tim brasil sebenarnya lebih diunggulkan dibanding tim lain. Namun kenyataan dilapangan menunjukkan hal yang lain, Brasil harus kalah dengan skor 7-1 atas german di semifinal world cup 2014. Sebuah kekalahan yang sangat memalukan bagi tim Brasil semalam keikut sertannya dalam ajang kejuaraan World Cup 2014. Banyak kata-kata caci-maki d...

Seminar Nasional " O Papel do Cidadao no desenvolvimento do bem-Estar" Sponsored by Centro Quesaghip Ruak

Salao Nobre tampak depan Peserta seminar                                                                         Pagi ini, penulis berkesempatan hadir di sebuah seminar yang disponsor oleh "CENTRO QUESADHIP RUAK" di salao Nobre Lahane-Dili. Topik seminar ini adalah " O Papel do Cidadao no desenvolvimento do bem-estar" dan sebagai pembicara di seminar ini adalah: Mari Alkatiri (Mantan Perdana Menteri Timor-Leste) dan Dr. Rui Gomes (Ekonomis Timor-Leste). Sebagai pembicara utama Dr. Mari Alktiri lebih banyak menceritakan mengenai sejarah perjuangan partai FRETILIN dan proses deklarasi kemerdekaan unilateral tanggal 28 november 1...

Seminar Internasional " A Clean and Green City will Bring a Healthy Life for Everyone"

Pagi ini penulis mendapat kesempatan untuk menghadiri seminar dengan tema " A Clean and Green city will bring a Healthy Life for Everyone" yang berlangsung di Dili Convention Center. Seminar yang disponsori oleh Kementerian Administrasi Negara (Ministeriu Administrasaun Estatal) menghadirkan beberapa pakar dari dalam dan luar negeri diantaranya: Fiji, Korea, Portugal, Philipina, Japan dan perwakilan UNDP. Sedangkan pembicara dari Timor Leste terdiri dari tim Universitas Nasional Timor-Leste (UNTL) dan NGO lokal yang selama ini menangani masalah/isu permasalahan sampah di ibu kota. Seminar itu sendiri sebagaimana tercantum di karu undangan seharus dimulai pukul 9.00 WTL, namun harus molor karena Wakil Perdana Menteri Fernando Lasama baru tiba sekitar pukul 9.30. Sebagaimana telah diketahui bersama  masalah sampah menjadi isu nasional di Timor-leste terlebih bagi kalangan masyarakat yang berdomisili di kota Dili, Hampir tiap tahun terlebih pada musim hujan;  banyak sampah ...

Suasana perayaan Hari Arwah di Timor-Leste

Sebagai penganut agama mayoritas, umat katolik di Timor-Leste selalu merayakan hari raya para arwah. Tentu sebelum perayaan hari raya arwah, terlebih dahulu dirayakan hari raya para santo dan santa yang jatuh  tiap tanggal 1 november. Ada alasan tersendiri mengapa penulis khusus membahas hari arwah, bukannya hari natal atau paskah?. Alasannya selain karena hari arwah sudah menjadi tradisi katolik yang dirayakan tiap tahun juga karena momen perayaan hari arwah di Timor-Leste bisa menarik para pengunjung untuk berkunjung ke Timor-Leste. Berikut ini adalah sepenggal cerita mengenai suasana perayaan hari arwah yang dirayakan oleh seluruh umat katolik di kota Dili dan sekitarnya. Pulang kampung  Menjelang bulan november, suasana kota Dili mulai agak sepi, karena  masyarakat baik pelajar, mahasiswa,  maupun pegawai negeri mulai meninggalkan kota Dili untuk berlibur dan berziarah ke pekuburan keluarga atau leluhur yang berada di kampung.Fenomena pulang kampung al...

To Be winner is our hope but Things can be change...

Ajang sepak Bola AFF U19 yang berlangsung di Indonesia menjadi tontonan tersendiri bagi masyarakat Timor-Leste. Tim sepak U19 Timor-Leste sejak kompetisi ini digelar selalu memberikan kejutan yang sangat diluar prediksi semua pihak. Di babak peyisihan tim Timor-Leste U19 berhasil mengalahkan lawan-lawannya dengan skor yang fantastis yakni: melawan singapore 1:1; Laos 3:1; Kamboja 3:1 dan terakhir melawan Philipina dengan skor 2:1. Kemenangan demi kemenangan yang telah dipertontonkan oleh anak-anak muda Timor-Leste di babak penyisihan selama ajang AFF U19 berlangsung, setidaknya telah menghapus image negatif yang selalu dialamatkan ke persepakbolaan Timor-Leste. Image negatif yang penulis maksud diantaranya: tidak adanya kompetisi antar liga, minimnya fasilitas dan kurang adanya dukungan pemerintah terhadap persepakbolaan Timor-Leste. Setelah sekian banyak pertandingan dan kemenangan yang diperoleh tim muda Timor-Leste di ajang ini. Kini tiba saatnya untuk tetap memperiapkan diri den...

Lamalera-Tempat perburuan ikan paus

Tanggal 28 Juni yang lalu aku pergi liburan ke tempat kelahiran istri di pulau Lewoleba atau tepatnya di kampung Idalolong-Flores. Untuk mencapai pulau Lembata, aku bersama istri dan kedua anakku menumpang Timor Travel dari Dili menuju Kupang dengan biaya $21 perorang dan perjalanan dari Dili menuju Kupang memakan waktu sekitar 8 jam perjalanan. Tentunya ini merupakan perjalanan yang cukup melelahkan bagi kami sekeluarga karena baru pertama kali aku berlibur bersama keluarga kecilku. Sekitar pukul 20.00 WIT kami tiba dipenginapan SanitaJaya, jalan komodo kota Kupang. Penginapan ini sengaja dipilih selain karena harganya yang murah yakni 50 ribu rupiah permalam juga karena istri ingin bertemu dan bercanda gurau dengan kakaknya yang telah tiba duluan dari Bandung dan bersama-sama menuju Lembata untuk menghadiri acara pernikahan kakak ipar yang akan berlangsung di kampung idalolong. Setelah beristirahat 2 hari di Kupang, kami sekeluarga bersama kakak ipar dari Bandung menuju pelabuhan ku...

Mesin Cuci? No Way!!!!!

 Bagi kebanyakan orang kegiatan mencuci pakaian sendiri dengan menggunakan tangan mungkin sudah ketinggalan jaman karena  jaman sekarang adalah jaman teknologi sehingga semua aktifitas sehari-hari sudah tergantikan dengan mesin cuci. Tentunya harus disadari bahwa penilaian semacam ini masih bisa di argumentasikan karena tiap orang memiliki persepsi yang berbeda terutama bagi masyarakat yang memiliki pendapatan rendah. Namun bagi penulis kegiatan mencuci pakaian dengan menggunakan tangan memiliki makna yang lebih dalam yang tidak bisa tergantikan dengan uang atau mesin. Gotong Royong Ketika penulis masih duduk di SD sering mendengar kata Gotong Royong. Nah..setelah menikah budaya gotong royong masih penulis terapkan dalam kehidupan sehari-hari terlebih disaat mencuci pakaian bersama  istri tercinta. Pernah suatu hari ketika sedang asyik mencuci pakaian bersama istri tanteku langsung menyapa aku dengan menyatakan" makanya nyuci pakaian pake mesin donk!!!lalu penuli...

Perayaan Restorasi Kemerdekaan yang ke-11..

Tanggal 20 Mei 2013 Timor-Leste merayakan hari raya Restorasi kemerdekaan yang ke-11. Dibanding perayaan sebelumnya, perayaan restorasi kemerdekaan kali ini cukup sederhana. Hanya diisi upacara bendera, olahraga, pentas seni dan pawai keliling kota. Upacara Bendera Upacara perayaan restorasi kemerdekaan kali ini dipimpin langsung oleh Presiden Taur Matan Ruak sebagai kepala negara pemerintahan Timor-Leste dan dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari negara sahabat. Beda dengan perayaan-perayaan sebelum yang selalu dilaksanakan di palacio Governu, kali ini perayaan restorasi kemerdekaan dilaksanakan dikantor Istana Presiden yang terletak di jalan aitarak laran Dili dan disiarkan secara Live oleh TVTL (Televisaun de Timor-Leste).. Olah raga dan pentas Seni Perayaan Restorasi kemerdekaan kali ini selain diisi upacara bendera, ada juga kegiatan lain yang tidak kala seru yakni kegiatan olahraga lari marathon dan pentas seni yang dilaksanakan di Largo Lecidere Dili. Selain ...

Kecil tapi menarik!!!!

Timor-Leste negara kecil dengan hanya berpenduduk sekitar 1 juta jiwa lebih namun banyak orang yang terpikat padanya (Ge..eR..he..he..). Salah satu sektor yang paling ramai dibicarakan akhir-akhir ini adalah sektor telekomunikasi. Setelah sekian lama masyarakat Timor-Leste menahan nafas akibat mahalnya biaya telepon, sms dan internetan yang disediakan perusahaan Timor Telecom (TT), kini saatnya untuk bisa bernafas lega karena hadirnya dua perusahaan besar Telkomcel dari Indonesia dan Viettel dari Vietnam untuk bisa berkompetisi dengan perusahaan TT dalam menyediakan layanan telekomunikasi yang murah bagi masyarakat Timor-Leste.  Perang Iklan Ketiga perusahaan ini, baik TT, Telkomcel maupun Viettel kini beramai-ramai melakukan berbagai macam strategi untuk bisa menarik hati masyarakat untuk bisa membeli layanan yang ditawarkan ketiga perusahaan tersebut. Salah satu diantaranya adalah melalui iklan.  Beberapa papan iklan yang bermunculan di kota Dili terutama milik per...

Proses kawin adat di Timor Leste!!!!

Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara  pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...

Open Your Mind with Wireless Technology-TOSC

Beberapa hari yang penulis di undang untuk menjadi salah satu pembicara di seminar dengan tajuk "Open Your Mind With Wireless Technology " yang diselenggarakan oleh Timor Leste Open Source Community (TOSC) salah satuNGO yang bergerak di Open source di Timor Leste. Sebenarnya panitia acara mengundang Vice Minister Transport and Communication untuk hadir di acara ini, namun karena ada halangan sehingga tidak bisa hadir di acara tersebut. Pembicara di acara ini selain penulis (mewakili pemerintah ) juga ada dari pihak Telkomcel dan beberapa pembicara dari NGO yang cukup aktif di komunitas Open Source Timor Leste. Topik yang penulis bawakan disini adalah" Oinsa Governu nian papel atu regulariza setor Telekomunikasaun iha Timor Leste atau di terjemahkan kira-kira Bagaimana peranan pemerintah untuk mengontrol sektor Telekomunikasi di Timor Leste". Topik ini cukup relevan seiring kehadiran ketiga perusahaan Telekomunikasi: TimorTelecom (TT), Telkomcel (Indonesia) dan Vie...

Berpikir Positif

source:  http://books.google.com.sg/books/about/The_Power_of_Positive_Thinking.html? Beberapa hari yang lalu ketika aku membersihkan kamar dan merapikan beberapa dos yang penuh dengan buku. Dari beberapa jenis buku yang tersimpan di dalam dos tersebut diantaranya: buku kuliah, Buku agama, buku motivasi dan juga beberapa buku yang berhubungan dengan bisnis. Tentunya dari daftar buku yang penulis miliki selalu terkait dengan minat penulis. Satu dari beberapa buku yang telah penulis sebutkan di atas adalah buku dengan judul Berpikir Positif karya Norman Vincent Peale. Buku ini kubeli pada tanggal 27 Mei tahun 1995 dengan harga RP.6000 di kota Bandung. Jadi kalau dikalkulasikan buku ini sudah berumur 18 tahun loh..he.he... Isi dari buku ini membahas berbagai hal yang menyangkut: percaya kepada diri sendiri, pikiran yang damai menghasilkan kekuatan, bagaimana memiliki energi yang konstan, cobalah kekuatan doa, bagaimana mencipatkan kebahagiaan anda sendiri, berhentilah gusar ...

Budaya pesta

semalaman aku nggak bisa tidur, bukan karena insonomia tapi karena bunyi musik dansa dan nyanyian sang artis acara pesta di tetangga sebelah. Rasa dongkol dan emosi hanya tertanam dihati sambil berharap moga acara tersebut cepat bubar. sejujurnya penulis tidak terlalu peduli dengan acara pesta tersebut. Itu adalah  hak si penyelenggara acara, yang penulis risaukan adalah suara volume musik yang begitu keras hingga terdengar sampai beberapa ratus meter dan parahnya lagi acara tersebut hingga jam 5 dini hari belum juga bubar. Sudah segitu parahnya hingga  orang sudah tidak terlalu peduli dengan lingkungan sekitar. Bukankah malam hari orang-orang seperti tetangga yang sakit, anak-anak kecil, karyawan atau pekerja butuh isitirahat yang cukup tanpa harus ikut berkorban bergadang sampai pagi dengan acara yang sejujurnya menurut penulis hanya hura-hura, pemborosan tenaga dan uang. Sudah sebegitu parahkah kepedulian sosial masyarakat Timor Leste akan sesama yang butuh ketenangan dala...

TELKOMCEL & VIETTEL

Kabar gembira buat masyarakat Timor Leste, karena sebentar lagi akan hadir 2 operator perusahaan TELCO yang akan bersaing dengan perusahaan Timor Telecom yang telah invest di Timor Leste. Kedua perusahaan tersebut yakni TELKOMCEL dari Indonesia dan VIETTEL dari Vietnam. Kehadiran kedua perusahaan ini sebagai bukti keriusan pemerintah Timor Leste dalam mendobrak konsesi kontrak dan mengakhiri praktek monopoli yang selama ini lebih menguntungkan perusahaan Timor Telecom (TT). TELKOMCEL http://www.telkomcel.tl/ Sebagaimana yang penulis kutip dari web http://www.telkomcel.tl/  ada beberapa produk yang ditawarkan oleh perusahaan Telkomcel. produk-produk tersebut diantaranya: Kartu perdana seharga $2 per unit Voucher Selain beberapa produk yang disebutkan di atas ada juga beberapa layanan (Service) yang akan disediakan perusahaan Telkomcel. Layanan-layanan tersebut di antaranya: Voice call SMS MMS GPRS Informasi lengkap  bisa dilihat di  http:...