Hampir 1 tahun lebih penulis aktif di dunia blog, tentu saja banyak suka dukanya; terutama dalam hal menulis sebuah cerita di dalam blog. Sukanya kalau ada pembaca yang mau memberi komentar; sedangkan dukanya kadang sepi pengunjung eee.. . Padahal blog ini selalu menampilkan kejadian-kejadian terkini di Timor Leste kepada para pembaca yang tertarik atau penasaran akan perkembangan negara Timor Leste setelah lepas dari Indonesia. Kini setelah penulis memasang beberapa feature di blog ini, sudah ada beberapa pembaca yang mau mengomentari baik itu sifatnya mendukung, mengkritik, memberi saran maupun sekedar mempromosikan bisnis mereka lewat blogku ini. Penulis tetap menaruh respect kepada para pembaca yang mau mengomentari isi blog ini. Karena melalui komentar para pembaca inilah, semakin menantang penulis untuk tetap berkarya dalam menuangkan ide melalui blog. Penulis sadar; dengar keterbatasan waktu, tenaga dan bahasa yang penulis miliki tidak akan mampu memuaskan semua pihak yang mengunjungi blog ini, namun dengan keyakinan yang penulis miliki, suatu saat blog ini bisa lebih baik dari yang sekarang.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...
Comments
Saya percaya bahwa meskipun kita belum pernah bertemu muka, isi hati anda bisa sampai ke hati para pembaca melalui tulisan blog anda. :)