Samsung SGH-E251, Nokia 2100, dan Pentax Optio E40 adalah merek dari beberapa barang elektronik yang pernah ku pakai selama ini. Ketiga barang tersebut masih ku simpan dengan baik di laci, walau kondisi ketiganya dalam keadaan rusak. Samsung SGH-E251 mengalami kerusakkan di bagian sliding hingga menyebabkan tampilan di layar kadang normal kadang blank. Setelah diganti dengan yang baru, hp ini berfungsi kembali normal, namun setelah beberapa minggu dipakai ternyata rusak lagi sama persis seperti kerusakkan sebelumnya. Setelah di bawa kembali ke tukang service dan ganti bagian sliding yang baru, hp tersebut kembali normal lagi, namun setelah satu bulan kemudian rusak lagi dan akhirnya ku putuskan untuk tidak memperbaiki lagi. Kerusakkan di handphone di Nokia 2100 ini beda dengan yang samsung, Nokia 2100 yang bermasalah adalah baterai charger, pernah sekali aku bawa ke tukang service hp dan menganti dengan baterai charger yang baru, tapi ternyata setelah di charge full dan dipakai baru beberapa menit kondisi baterainya langsung drop sama persis seperti sebelum diganti. Sialan..pikirku..masa harus ketipu lagi??merasa kecewa dan ditipu oleh si tukang service, akhirnya ku putuskan untuk tidak membawa camera pentax Optio e40 ini ke tukang service lagi. Aku masih mencari siapa tahu ada service center Pentax yang terdekat agar kameraku bisa diperbaiki lagi. Sedih memang, tanpa kamera ini, aku merasa ada yang kurang terlebih hobiku menulis blog, untung masih ada kamera pinjaman yang sementara ini aku pakai untuk foto-foto dan diupload di blog ini. Kalau tidak, blogku ini akan terlihat "gersang" dan kadang membuat orang malas untuk mengunjunginya.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...
Comments