Pada suatu hari penulis jalan-jalan di kota Bandung atau tepat di daerah alun-alun Bandung. Melewati jalan Asia-Afrika sekitar 500 meter dari kantor pusat pos Indonesia penulis menemukan plakat nama jalan yang mirip nama mantan Perdana Menteri Timor Leste Mari Alkatiri, cuma yang membedakan adalah pada papan tertulis ALKATERI dan bukan ALKATIRI. Perbedaan keduanya hanya terletak pada huruf E dan I walaupun kedua huruf tersebut masih tergolong huruf vokal yang mana terdiri dari A,E,I,O,U.Tidak ada maksud tertentu untuk mempublikasikan photo di atas, hanya sekedar iseng dan rasa penasaran penulis untuk memphoto dan mencantumkan diblog ini. Terlebih nama Alktiri cukup dikenal di kami selaku masyarakat Timor leste yang begitu mencintai demokrasi dan saling menghargai pluralisme dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sebagai informasi tambahan, mari alkatiri adalah seorang muslim yang pernah menjadi pemimpin di negara Timor Leste yang dihuni oleh mayoritas umat katolik.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...
Comments