Based on the news which i got this morning from http://noticias.sapo.tl/tetum/info/artigo/1196782.html said that Government has plan to relocate 10 family members who built their house in front of Timor Plaza area. Government under ministry of justice already gave autorization to PNTL and civil security to relocate community from that area because that land Government offer to Timor Plaza to build new Dili Plaza. According to Director of Timor Plaza Jape Kong Su said that even Government has forced community tp left the area but they are ready to pay some ammount of money to the community who occupied the land. Dili Plaza will recruit thousand workers and will have five floor to selling construction materials.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...
Comments