Ketika membaca komentar di atas seakan menyadarkan penulis untuk berbagi pengalaman ketika menghadapi masalah yang sama seperti yang di alami pengunjung di atas. Memang harus di akui, kota Dili sebagai ibu kota negara Timor Leste pasti tidak akan bisa menghindar dari masalah kemacetan lalulintas. Hal ini disebabkan kebutuhan manusia akan transportasi baik motor maupun mobil tiap tahun terus meningkat di kota Dili. Ironisnya hal ini tidak di barengi dengan perluasan jalan yang memadai sehingga terjadi kemacetan terlebih di jam-jam sibuk. Selain masalah kemacetan, Kota Dili juga dihadapkan pada masalah kurang tersedianya sarana transportasi publik bagi masyarakat maupun bagi para pelajar. Sarana transportasi publik yang ada di Kota seperti taxi dan angkutan umum ( microlet) belum bisa menjawab keluhan masyarakat akan transportasi yang murah dan terjangkau. Contoh untuk naik taxi di kota Dili seorang penumpang harus membayar $1 sampai $2 lebih, sehingga kebanyakan masyarakat biasa dan anak sekolah lebih memilih naik angkot daripada harus naik taxi. Sama seperti masalah kemacetan, permintaan akan sarana transportasi publik yang murah tiap tahun terus meningkat tapi tidak di barengi dengan ketersediaan sarana transportasi publik. Banyak anak sekolah yang harus berjalan dari rumah ke sekolah karena susah mendapat angkot. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah melalui departament transportasi darat bisa menyediakan beberapa bis misalnya untuk jalur becora disediakan 2 bis, jalur komoro 2 bis. Di harapkan dengan adanya keterlibatan pemerintah dalam menyediakan sarana transportasi publik yang murah dapat menjawab keluhan masyarakat seperti di alami pemberi comment di atas.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...
Comments