Photo ida ne;e hakerek nain foti iha " Pameran Kesenian Bali" iha kampus ITTELKOM-Bandung dia 10 de Maio 2011. Rai Bali konhesidu ho Turismo. Turista barak mai husi nasaun oin-oin sempre ba visita Bali. Alende ne'e mos populasaun Bali mos konhesidu ho "art". Tan ne'e labele hafodak wanhira halo visita ho trasito iha Bali ita sempre hare buat oin-oin nebe identika ho populasaun Bali. Hanesan mos statu iha blog ne'e; statu ne'e estudante hosi Bali nebe agora kontinua sira nian estudo iha ITTELKOM mak halo rasik, no tuir informasaun statu ne'e sira si sunu iha sabadu agora.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...
Comments