dia 6 de janeiro 2011 ( hori kalan), iha selebrasaun Natal hamutuk KMK-PMK ITTELKOM. Tema sentral ba selebrasaun Natal hamutuk tinan ida ne'e mak " From Manger To Eternity Joy". Padre Wahyu mak lidera misa kalan Natal ida ne'e. Participante barak mai husi, studante ITTELKOM, nomos balu mai husi kampus seluk. Selebrasaun Natal hamutuk ne'e furak no rame los...tamba laos deit ho misa maibe iha mos toka musika, kanta, drama no seluk tan. Tuir informasaun Natal hamutuk KMK-PMK sempre halo truka malu kada tinan-tinan. Tinan ida ne'e KMK mak lidera tinan seluk PMK mak lidera fali. Misa hotu tiha, kontinua fahe souvenir ba Padre Wahyu, Pembina PMK & KMK nomos kanta no toka musika.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...
Comments