Acara REUNI ini, sebenarnya sudah lama dijadwalkan. Maklum hampir 10 tahun lebih berpisah setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah. Ada yang memulai karier di Indonesia dan ada juga yang berkarier di luar negeri. Penulis berusaha untuk mengumpulkan semua teman-teman seangkatan agar bisa hadir di acara Reuni ini, namun banyak yang berhalangan hadir, karena ada yang berada diluar kota, ada yang mengantar anak ke rumah sakit dan lain sebagainya. Itulah susahnya mengatur waktu dan jadwal pertemuan bagi yang sudah bekerja atau berkeluarga. Lain hal waktu masih duduk di bangku kuliah dimana kita punya waktu banyak dan belum banyak tanggung jawab yang dipikul. Jadi singkat cerita, acara yang awalnya diharapakan hadir sekitar 6 orang yang datang cuma bertiga-Sahat dan Vero. acara berlangsung cukup santai, masing-masing menceritakan keadaan keluarga dan pekerjaannya. Vero yang kebetulan bekerja di Singapura lumayan punya banyak cerita, dari yang berhubungan dengan kerja sampai pola hidup di negara singapura. Begitupun dengan temanku yang bernama Sahat, dia berkarier di salah satu perusahaan asuransi terbesar di Indonesia dan membuka usaha sendiri dibidang pengadaan peralatan GPS. Penulis berharap semoga acara reuni ini bisa berlanjut di tahun-tahun yang akan datang.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...

Comments