Semana liu ba, colega Juliana, Isolino, no Meno bolu atu ba pasiar oituan iha Tangkubang Perahu-Lembang, fatin nebe historik tebes iha rai Bandung-Jawa Barat. Ba hau, visita ida ne'e ba dala rua ona. Visita primerio iha tinan 1997an, nebe agora hau hare hanesan iha mudansa barak iha area Tangkubang Perahu. Maibe visita ida ne'e labele halo survei barak tamba udan boot no loron mos komesa kalan ona. Atu tama ba fatin ne'e tenkeser selu tiket ho valor Rp. 60.000an. too tiha fatin tangkubang perahu nian tutun ita bele hare ai suar husi lokasi refere, maibe la kleur iha neba tamba belerang nian iis no udan boot. Mak ne'e report husi Bandung tempo seluk ita hasoru malu..Desculpa tamba kleur ona la update blog ida.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...
Comments