Ini adalah foto seorang ibu yang sedang asyik mencari siput di sekitar pantai Dili. Teknik pencarian siput ini cukup sederhana; hanya dengan sebatang besi dan keranjang untuk menyimpan hasil tangkapan. Tentu saja kegiatan ini kadang cukup melelahkan, selain butuh tenaga untuk mengali, juga dibutuhkan kesabaran dalam mencari siput. Aktifitas ini bukan saja dilakukan oleh ibu-ibu tapi juga orang muda dan anak-anak. Siput merupakan salah satu makanan laut yang mengandung nilai gizi tinggi. Namun penulis agar kuatir dengan adanya tumpahan minyak di laut Timor bisa berdampak buruk bagi masyarakat Timor Leste yang mau mengkomsumsi hasil tangkapan laut ini.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...

Comments