Kota Dili, selain dibanjiri oleh Hotel, restaurant, mini market,dan kegiatan bisnis lainnya, masih ada juga beberapa pasar tradisional yang sering ramai dikunjungi para pembeli diantaranya pasar Becora, pasar Taibesi, pasar Halilaran, dan pasar Komoro. Dari sekian nama pasar yang telah penulis sebutkan di atas pasar halilaranlah yang sering banyak dikunjugi para pembeli. Ada beberapa alasan yang membuat orang sering belanja di pasar Halilaran yakni ketersediaan sayur-sayuran yang bervariasi dengan harga murah, juga penjualan pakaian bekas yang sangat diminati oleh masyarakat Timor Leste maupun orang bule yang dinas di Timor Leste. Dipasar halilaran selain masyarakat lokal ada juga beberapa pedagang dari Cina dan Indonesia yang menjual dagangangnya.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...


Comments