Departemen IT (info. Tech) dari Kementerian Justice bersama dengan IT Prokurador Geral mengadakan mini workshop hari ini di UNDP Justice system facility Vila Verde-Dili. Berbagai macam topik di dipresentasi di workshop ini. Pada sesi pertama dibawakan oleh Filomeno alias Vicario dari IT Procurador Geral da Republica Timor Leste. Vicario sendiri pernah bekerja di DNICT-MoI dan dalam presentasinya dia membahas proses kerja DNS server, hirarki sebuah Top Level Domain, dan implentasi DNS system dalam sebuah Network. Setelah sesi pertama selesai, dilanjutkan dengan sesi kedua yang dbawakan oleh IT staff dari Kementerian Justice. Topik yang dibawakan kali ini mengenai Web 2.0. Materi Web 2.0 cukup banyak yang ditanyakan oleh para peserta mengingat ini merupakan hal baru dalam dunia ICT. Banyak peserta yang tak disadar bahwa web yang sekarang sedang tren seperti facebook, blogspot itu termasuk web 2.0. Jadi total materi yang dibahas dalam mini workshop ini ada 4 sesi dan tiap sesi diberi waktu 30 menit. Ada sekitar 25an peserta yang hadir di acara ini. Secara keseluruhan; mini workshop ini cukup menarik karena tiap materi disampaikan dalam bahasa Tetum sehingga muda bagi para peserta untuk memahaminya. Acara ini sendiri selesai tepat jam 12 waktu Timor Leste, dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...


Comments