Pemandangan di foto ini penulis ambil dijalan raya Kuluhum ketika penulis hendak kembali ke kantor sehabis makan siang. Dua pengendara sepeda motor ini, dengan santainya mengobrol sambil salah satu kaki pengendara menginjak motor yang lain. Melihat aksi nekad ini, penulis pikir; sebenar apa sih maksud dari aksi nekad dua pengedara sepeda motor ini? Apakah hanya untuk sekedar pamer agar bisa dilihat orang atau ada maksud lain?. Entahlah, yang jelas apa yang dilakukan oleh dua pengendara ini cukup berbahaya dan penuh resiko. Maka berhati-hatilah...
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...

Comments