Maaf..penulis sengaja memuat judul blog hari ini dengan kata "MACET" bukan karena terjebak dalam kemacetan lalulintas tapi "Macet" yang kumaksud adalah laptop. Ya..Hari ini betul-betul lagi bernasib sial; laptop yang kupakai sehari-hari ternyata mengalami error yang cukup lama. Saking lamanya menunggu, sampai harus restart laptop tersebut berulang-ulang. Namun teknik "Restart" yang kupakai ternyata tidak berjalan mulus. Laptopku masih tetap lambat dan lambat. Penulis telah mencoba berbagai cara demi menyelamatkan data-data penting di laptop ini, tapi belum juga menemukan titik permasalahannya; hingga akhirnya penulis berkeyakinan pasti laptopku ini terserang Virus. Bagiku, laptop selain sebagai alat kerja juga sebagai media untuk melakukan komunikasi dengan dunia luar melalui internet. Kasus yang penulis alami hendaklah menjadi pelajaran bagi semua pengguna komputer atau laptop agar berhati-hati dalam mendowload file di internet, karena bisa saja mengalami nasib yang sama dengan penulis.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...
Comments