Inilah, persiapan para peserta pengikut pameran di Ex Mercado lama Dili. Sesuai penuturan dari salah satu peserta NGO bernama "Mata dalan" dari Baucau menyatakan bahwa: para peserta yang ikut pada pameran kali ini adalah mereka yang telah mengikuti training dari NGO CDE (Centro Desenvolvimento Empresarial). Memang peserta kali ini kelihatannya dari para ibu-ibu yang selama ini mempunyai beberapa usaha kerajinan tangan yang dikelola secara berkelompok atau dalam bentuk NGOs lokal. Ketika penulis mengunjungi lokasi pameran, cukup banyak peserta sedang mendekorasi ruang pameran. satu stand atau ruangan dibagi menjadi dua bagian berupa dua meja dan dua kursi. Masing-masing meja akan dipajang hasil karya satu NGO. Sehingga bisa dibayangkan betapa ramainya kalau seluruh NGO diteritori Timor Leste diundang dalam event ini. Bagi yang penasaran silahkan datang dan melihat secara dekat pameran ini pada tanggal 14 -18 oktober 2009.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...
Comments