Menulis blog, rasanya aku tidak bisa melakukannya tanpa ada obyek yang pantas aku tulis. Setiap kali bepergian ke Distrik selalu ku sempatkan diri untuk mengambil foto terhadap obyek yang ku anggap bagus dan menarik. Teknik pengambilan photoku masih sangat amatir, belum lagi kamera yang kugunakan hanya sekedar ala kadarnya. tapi itulah, ide menulis pengalaman akan muncul bila melihat hasil jepretanku. Melakukan perjalanan ke Kampung-kampung di Timor Leste adalah satu satu pengalaman yang tak ternilai harganya. Kadang kita terlampau terlena dengan hiruk pikuk kota Dili, macet. polusi udara, dan lain-lain. Kita seakan lupa bahwa masyarakat di perkampungan sangat membutuhkan pertolongan terlebih kehidupan anak-anak di perkampungan. Coba perhatikan photo kehidupan anak-anak di kampung transmigrasi jaman Indonesia kulu oan Suai sungguh sangat terbatas, tidak seperti anak-anak yang hidup diperkotaan. Untuk pergi ke sekolah kadang mereka harus jalan berkilo-kilo, panas terik matahari dan jalan berbatu-batu tak sanggup menghalangi tekad mereka untuk belajar menuntut ilmu. Walau hidup serba terbatas, mereka tetap tersenyum menyapa dengan sopan "bom dia (selamat pagi ) bagi orang yang mereka temui. SELAMAT BERJUANG ANAK-ANAK TIMOR LESTE, PERJALANAN MASIH PANJANG, RAIHLAH CITA-CITAMU SETINGGI LANGIT.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...

Comments