adalah salah satu Distrik dan terletak di ujung barat Timor Leste. Suai mempunyai wilayah yang cukup luas dan datar mirip distrik Lospalos. Masih banyak kantor ex peninggalan Indonesia yang belum di perbaiki. Perjalanan darat menuju ke Suai bisa melalui dua jalur: yakni arah Dili-Aileu-Ainaro-Suai atau Dili-Maliana-Suai. Tergantung mau pilih yang mana, tapi kalau musim hujan lebih baik pilih jalur darat Dili-Maliana-Suai. Dua tahun lalu banyak jembatan yang roboh di Suai tapi kini beberapa jembatan telah diperbaiki oleh pemerintah. Suai selain terkenal karena pertanian ada juga beberapa post perbatasan diantaranya Salele ya, inilah nama post perbatasan antara Timor Leste dan Indonesia. Jarak antara pos perbatasan Timor Leste dan Indonesia cuma sekitar 500m. Banyak masyarakat Suai yang melalui pos ini bila hendak mengunjungi sanak keluarga di Atambua atau di Indonesia. Ada juga beberapa guest house yang tersebar di kota Suai dengan tarif $ 5 sampai $ permalam.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...
Comments