Pernah suatu hari aku melakukan chatting dengan adikku di Dili. Melalui fasilitas Yahoo Messengers, kami berbicara banyak dan saling bertukar informasi mengenai kondisi keluarga di Dili dan keadaanku di kota Bandung. Selain diisi obrolan santai tentang keadaan keluarga; juga tak lupa adikku menceritakan tentang sering maraknya perkelahian antar pemuda di kota Dili dan sekitarnya. " Ami nian Joven iha Timor oho malu hela" kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kira-kira begini" Kami di Timor Leste kaum muda sering berkelahi dan kadang saling membunuh, kata adik melalui chatting via Internet. Bagi masyarakat Timor leste tentu saja kejadian perkelahian antar kelompok pemuda bukanlah sesuatu hal yang baru, sudah sering terjadi dan hingga kini belum juga mendapatkan titik penyelesaian. Berbagai usaha perdamaian yang disponsori oleh pemerintah melalui kementerian Pemuda dan olahraga, Gereja, NGOs, untuk mendamaikan kelompok-kelompok yang sering bertikai di kota Dili. Namun sekali lagi usaha tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal. Menurut penulis faktor penyebab sering terjadinya perkelahian antar kelompok di Timor Leste selain dendam kesumat karena anggota keluarga atau kelompok yang pernah dipukul atau dibunuh kelompok lain, juga karena ketersediaan lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah tenaga produktif yang hampir tiap tahun membanjiri kota Dili. maka sebagai kata penutup penulis kata bijak di ungkapkan oleh presiden Amerika Serikat John F. kennedy yakni: " Don't ask what your country can do for you. Ask instead what you can do for your country ". moga Tulisan ini bermaaf bagi yg membacanya.
Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...
Comments