Skip to main content

Hari ketiga

Di session ini dbawakan Mr. Abel pires, membawakan topik dengan judul teknik-teknik dalam jaringan. Materi ini dirasa cukup sulit untuk dimengerti karena banyak peserta yang tidak terbiasa dengan masalah teknik. Banyak peserta yang tidak dipahami istilah-istilah seperti DNS, IPv4 and IPv6. Website, Fiberoptic, Wireless etc. mengingat materi ini cukup berat maka saudara Abel berusaha membuat sesederhana mungkin supaya materi tersebut bisa mengerti oleh peserta. Diantaranya menggunakan bahasa tetum dan menampilkan beberapa grafik untuk mempermudah pembahasan. Selain itu dijelaskan juga beberapa kendala yang dialami sector telekomunikasi di Timor Leste dimana Timor Telekom (TT) sebagai pemegang hak tunggal dalam pengoperasian telekomunikasian di Timor Leste. Setelah session ini dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab. Di hari yang bersamaan pak Yudho dan Pak Dana meninggalkan Dili dan kembali ke Indonesia. Sebelum berangkat ke Jakarta panita dalam hal ini di wakili oleh penulis sendiri menyerahakan cendera mata kepada Pak Yudho, dan Abel Pires menyerahkan cendera mata kepada Pak Dana. Selain itu, kita sempat photo-photo bersama dengan pembicara berdua. Selamat jalan pak Dana dan Pak Yudho semoga kerjasama kita tetap dilanjutkan. Setelah acara makan siang, acara dilanjutkan dengan session yang dibawakan oleh saudara Abel Pires, seperti yang telah dissebutkan diatas bahwa materi ini sulit untuk dimengerti bagi yang tidak pernah terlibat didalamnya. Semua Pokok pembahasan tentang technical. Sekitar jam 15.13 dilanjutkan dengan acara coffee break. Diwaktu bersamaan Mr. Kim Deputy Director UNAPCICT datang ke tempat workshop. Para perserta masih tetap bersemangat untuk mengikuti session ini sampai selesai walau, sudah 2 hari berturut-turut mengikuti workshop ini. Setelah itu acara dilanjutkan dengan session peragaan VoIP yang dibawakan oleh Lemi dari NGO Forum. Sekitar jam 17.45 acara workshop hari ketiga setelah, dan dilanjutkan dengan acara makan bersama dengan Mr. Kim selaku Deputy Director UNAPCICT yang kantor pusatnya terletak di Korea selatan. Untuk acara makan bersama diselenggarakan di Hotel Arbiru ditepi pantai dan dihadiri sekitar 70 peserta. Suasana acara cukup meriah karena selain dihadiri oleh peserta juga ada beberapa Advisor dari ADB, IOM dan perusahaan Databridge dari Malaysia. Sebelum acara, Mr. Flavio C. Cardoso dari DNICT menyamapaikan kata sambutan yang disampaikan dalam bahasa inggris dan bahasa tetum, setelah itu dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Mr. Kim dari Korea dan penyerahan cendera mata oleh kedua belah pihak. Acara makan malam bersama berakhir sekitar jam 21.00 WTL.

Comments

Popular posts from this blog

Same-Betano

" Gambar Manufahinya gak ada ya padahal bagus lho ada pantai betano plus benteng portugisnya,pantai selihasan dan sungai karaulun tidak kalah dgn Distrik yang lain. Apalagi kalo ada cerita perjalanan dari Dilli naik ke Dare trus ke Aileu masuk ke Maubessi Ainaro bisa petik bunga edelweis di pinggir jalan (jadi ingat tahun 1991) Obrigado ba maun nia blog,gambar diak los (dari Yudis)." Ya, Ketika aku membaca komentar dari teman di atas, aku cukup merasa tersanjung..eeee..maklum belum pernah ada yang memberikan komentar buat blogku. Tapi syukur sekarang sudah mulai ada pengemar..eeee Banyak orang mengenal Timor Leste dari Sumber gas dan minyak tapi mereka lupa bahwa Timor Leste juga punya banyak sektor turism yang tidak kalah menarik dengan Bali. Beberapa sektor turism yang cukup dikenal di Timor Leste diantaranya: Pulau Jaco dan Com (lospalos), Pousada Maubessi, Pousada Baucau, Cristo Rei, Patung Paus Yoh. Paulus II tasi tolu (Dili), Kebun Kopi (Ermera), Tugu Integrasi Balibo (...

Proses kawin adat di Timor Leste!!!!

Beberapa hari yang lalu penulis beserta keluarga yang lain menghadiri acara kawin adat yang di selenggarakan oleh keluarga kedua mempelai. Kebetulan yang pengantin laki adalah saudara sepupu jadi aku berusaha untuk hadir di acara ini.. Kawin adat sebetul adalah sebuah proses dimana kedua mempelai berjanji untuk mengikat tali pernikahan sah secara adat dan telah direstui oleh kedua belah pihak. Nah, dalam tulisan kali ini penulis tidak akan membahas sejarah munculnya kawin adat di Timor Leste tapi yang penulis tekankan disini adalah tata cara  pernikahan adat yang diakui secara luas di Timor Leste. Proses pernikahan adat meliputi beberapa tahap: 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, keluarga mempelai laki mengundang sanak saudara untuk duduk bersama dan meyiapkan strategi apa yang harus diomongkan ketika berhadapan dengan pihak mempelai wanita. Strategi yang penulis maksud disini adalah berapa biaya yang harus dipersiapkan oleh mempelai laki sebelum dibayarkan ke pihak mempelai...

Mari menelusuri kota Gleno-Ermera

Sekitar jam 9.30 WTL, saya bersama beberapa teman berkunjung ke kota Gleno di District Ermera. Ada beberapa aktivitas yang akan dilakukan di Gleno diantaranya: megunjungi kantor Administrador Distrito dan kantor Penjara Gleno. Aktivitas tersebut telah dijadwal bersama dengan teman-teman kementerian justice untuk melakukan survey ke Penjara Gleno Ermera. Sepanjang perjalanan mulai dari Tibar; kita akan menjumpai beberapa ruas jalan yang mulai rusak parah dan sangat membahayakan pagi para pengendara sepeda motor maupun mobil.   Bila dalam waktu dekat, kondisi ini tidak cepat ditangani, maka akan sangat berdampak buruk bagi aktivitas perekonomian masyarakat Ermera. Sekitar jam 11.30 kami tiba di kota Gleno. Sambil istirahat, dan melakukan check terhadap terhadap perangkat komunikasi di kantor Administrador Ermera. Kami melanjukan perjalanan ke penjara Gleno. Perjalanan dari kantor Administrador ke penjara memakan waktu sekitar 10 menit. Kota Gleno yang dikelilingi oleh hamparan s...